
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penyerahan 10.323 sertifikat tanah elektronik di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (30/4).
JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi Presiden Joko Widodo dalam penyerahan 10.323 sertifikat tanah elektronik program redistribusi tanah di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun Lingkungan Cuking RW Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (30/4).
Penyerahan sertifikat tanah kepada 8.633 kepala keluarga (KK) itu turut dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Tidak kurang dari 5.000 orang penerima sertifikat berasal dari 17 desa di Kabupaten Banyuwangi hadir menerima sertifikat tanah elektronik yang secara simbolis diberikan kepada 10 penerima.
”Alhamdulillah hari ini (30/4) ada 10.000 lebih masyarakat Kabupaten Banyuwangi menerima sertifikat tanah elektronik dari Presiden Joko Widodo, ini sangat baik dan saya rasa masyarakat tentu bahagia menerima sertifikat elektronik ini,” ujar Adhy Karyono usai mendampingi kunjungan presiden di Banyuwangi.
Pj Gubernur Adhy menambahkan, Pemprov Jatim mendukung program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bagi rakyat yang telah diupayakan secara maksimal sejak kepemimpinan Gubernur Khofifah. Pihaknya akan terus mendukung dan mengawal hingga target dari PTSL di Jawa Timur tuntas.
”Pemprov Jatim termasuk provinsi yang sangat aktif melakukan upaya untuk percepatan PTSL ini dengan berbagai upaya dan sinergi dengan berbagai pihak terkait dan sudah dilakukan sejak Ibu Khofifah memimpin,” kata Adhy.
Pj Gubernur Adhy membeberkan bahwa pada Provinsi Jawa Timur memiliki target pelaksanaan redistribusi tanah sebanyak 14.129 bidang pada 2024. Realisasi pelaksanaan redistribusi tanah sampai dengan April 2024 ada 10.323 bidang. Artinya, realisasi redistribusi tanah saat ini 73,06 persen.
”Khusus target pelaksanaan PTSL 2024 sebanyak 973.337 bidang dan realisasi sampai April 2024 sebanyak 9.925 bidang atau 1,02 persen,” ungkap Adhy.
Dengan diserahkan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat, Adhy berharap agar masyarakat menggunakan dengan baik. Utamanya untuk hal-hal produktif. Dengan memiliki sertifikat tanah, masyarakat memiliki kepastian hukum atas tanah yang dimiliki.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan, sertifikat tanah elektronik yang dibagikan kepada masyarakat di Kabupaten Banyuwangi adalah sertifikat tanah elektronik yang pertama diserahkan kepada masyarakat. Sertifikat yang diserahkan kali ini kepada masyarakat merupakan bagian dari program redistribusi tanah.
”Supaya kita tahu semuanya bahwa sebagian yang itu redistribusi lahan, redistribusi tanah yang itu baik bekas HGU baik itu bekas lahan hutan, yang itu untuk kita berikan kepada rakyat karena rakyat sudah tinggal di situ berpuluh puluh tahun dan yang di Banyuwangi ini sudah lebih dari 80 tahun,” ucap Jokowi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
