
Pengembangan Kebun kelapa sawit Bangun Kebun. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menggagas pemanfaatan ekonomi lewat budi daya sapi melalui pola integrasi sawit sapi (Siska) bagi petani sawit plasma di Sulawesi Tengah.
Sekitar 100 petani plasma kelapa sawit anggota Aspekpir Indonesia yang berasal dari Kabupaten Donggala, Buol, Parigi Moutong, Sigi dan Tolitoli memgikuti workshop untuk belajar budidaya sapi yang baik dan menguntungkan secara bisnis.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto mengatakan budidaya sapi pola Siska belum begitu familiar bagi petani sawit, khususnya petani sawit plasma di Sulawesi Tengah.
Dia mengharapkan melalui kegiatan kolaborasi BPDPKS-Aspekpir Indonesia nantinya, dapat melahirkan inisiatif dan inovasi guna memperkuat ekosistem UKMK petani sawit plasma dengan mendorong kelembagaan petani sawit plasma untuk memproduksi pupuk organic dan pakan ternak melalui budidaya sapi pola Siska. “Harapan kami sangat besar terhadap sistem Siska ini,” katanya sangat membuka Workshop.
Di Provinsi Sulawesi Tengah, luas perkebunan kelapa sawit yang tercatat mencapai 150.000 hektare atau hampir satu persen dari luas perkebunan kelapa sawit nasional yang mencapai 16 juta hektare dan tersebar di sejumlah kabupaten dengan kemampuan produksi tandan buah segar mencapai 400.000 ton per tahun.
Dr. Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian era 2011-2014 menjelaskan jika jumlah populasi sapi dalam rentang waktu 2013-2023 menurun dari 13,13 juta ekor menjadi 11,32 juta atau menurun 13,79%. Pulau Jawa masih mendominasi jumlah populasi sapi, Tahun 2023 sebesar 5,23 juta ekor (46,19%) dari total Indonesia. Sulawesi Tengah 207,3 ribu atau 1,83%.
Siska menjadi komponen penting dalam mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) sesuai Inpres No. 6 tahun 2019. Siska yang diperkenalkan tahun 2010, hingga kini kasih belum berkembang luas. Para pemilik kebun masih ragu adanya dampak negatif Siska seperti penyebaran genoderma, pemadatan tanah, walaupun banyak studi/kajian telah mematahkan keraguan ini.
Anwar Sadat, Senior Analis Divisi UKMK BPDPKS menjelaskan jika BPDPKS senantiasa mendukung kegiatan budidaya sapi melalui sistem Siska melalui kegiatan kolaborasi bersama dan wujud nyata misi BPDPKS dalam menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna secara profesional dan akuntable.
Program-program tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit dan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.
Pada workshop tersebut, petani sawit plasma Sulawesi Tengah diajak mengikuti fieldtrip untuk melihat langsung sentra budidaya sapi dan diajarkan bagaimana membuat pupuk organik yang manfaatnya dapat meningkatkan kesuburan tanah pada tanaman kelapa sawit.
Sutoyo, Bendahara Umum Aspekpir Indonesia mengatakan Workshop Penguatan UKMK Petani Sawit Plasma Melalui Pembuatan Pupuk, Pakan Ternak dan Integrasi Sawit Sapi (Siska) ini memang dirancang untuk kegiatan budidaya sapi guna mewujudkan swasemdaba daging. “Pola Siska ini sudah berkembang di sejumlah sentra sawit pola plasma di Indonesia,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
