
Dinkes Riau mengecek kondisi korban dugaan keracunan makanan di Kabupaten Kampar, Riau.
JawaPos.com - Ratusan warga diduga keracunan makanan usai menyantap hidangan pesta pernikahan di Dusun Perambahan Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan kejadian tersebut termasuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Seksi (Kasi) Survelen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Siska Hindayani mengatakan, penetapan status KLB tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1501 tahun 2010 tentang penetapan KLB. Sedangkan terkait keracunan makanan, terdapat dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2013 tentang bagaimana higenis makanan dan pangan.
Sementara itu, pihaknya sudah turun ke lokasi pada hari H peristiwa tersebut terjadi yakni, Minggu (30/6) lalu.
"Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah menurunkan timnya untuk melakukan penanggulangan sistem dini respon terhadap kejadian luar biasa keracunan makanan ini," ujar Siska kepada JawaPos.com, Rabu (3/7).
Ada tiga tim yang turun ke lokasi. Pertama, tim pelayanan kesehatan. Tim yang dipimpin oleh dr Yohanes ini ke lokasi tiba ke rumah S tempat berlangsungnya pesta pada saat kejadian. Kemudian keesokannya, Senin (1/7), ada tim terintegrasi dari survelen daya imunisasi bersama tim kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan.
"Kita dapatkan data bahwa undangan yang saat kejadian makanan itu ada total 400 orang. Saat pesta pernikahan seorang warga. Tepatnya di rumah Tuan S," katanya.
Pada pesta itu tersedia berbagai varian makanan. Seperti nasi putih, gulai kambing, kerupuk merah, kerupuk putih, bumbu ayam goreng, cabai hijau, ayam kecap, agar-agar, cabai merah goreng, es buah melon, kue coklat. Ada juga bawang goreng, saos tomat, kecap manis, gulai ikan salai, air isi ulang, rendang daging.
"Ini menu makanan sementara yang kita dapatkan. Ada juga makanan tambahan seperti soto, sate dan es tebak. Makanannya sebagian catering dan dimasak sendiri," tuturnya.
Dari hasil pendataan juga, ada 37 orang korban yang dirawat inap. Sebab mereka mengalami kondisi muntah, pusing dan diare. Puluhan korban ini dirawat di Bangkinang dan ada pula yang dirujuk ke beberapa rumah sakit di Pekanbaru.
Diantaranya, RSUD Bangkinang berjumlah lima orang, rumah sakit Bunda Annisa Air Tiris ada 26 orang, RS Aulia Pekanbaru tiga orang dan RS Awal Bros Panam tiga orang. "Ini data terakhir pada Senin (1/7) kemarin. Dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah," sebutnya.
Selain itu, tim juga sudah turun ke empat lokasi rumah sakit tempat para korban dirawat. Sedangkan upaya yang saat ini dilakukan oleh Dinkes adalah mengirim sampel makanan-makanan tersebut ke laboratorium kesehatan lingkungan.
"Sampel olahan makanan ini kita kirim untuk mengetahui penyebab apakah benar ada bakteri atau kuman di dalam makanan itu. Bersamaan dengan sampel muntah pasien dan diare pasien juga kita kirim. Hasil laboratorium ini akan keluar sekitar tujuh sampai 10 hari. Sekarang masih di proses di laboratorium," jelasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
