Warisan budaya tak benda yang ada di Kabupaten Gresik dengan mengadakan kontes bandeng kawak. (Instagram @wonggresik)
JawaPos.com - Melewati 10 hari terakhir di bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah, Kabupaten Gresik kembali mengadakan kegiatan kearifan lokal yang cukup besar.
Salah satunya yaitu tradisi "Kontes Bandeng Kawak" yang telah menjadi sorotan publik, terutama bagi para petani tambak ikan bandeng dan pecinta kuliner ikan bandeng.
Agenda di setiap tahun ini kontes bandeng kawak dan Pasar Bandeng kembali digelar di penghujung bulan Suci Ramadhan. Para petani tambak mulai memanen ikan bandeng raksasanya untuk diikutkan kontes.
Ikan - ikan bandeng segar dan tidak cacat berasal dari Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah dan Pulau Mengare, Kecamatan Bungah bakal kembali bersaing ketat pada kontes bandeng kawak di tahun 2024 sekarang ini. Kedua wilayah ini memang terkenal dengan budidaya ikan bandengnya.
Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Gresik, Nadlelah mengatakan, petani tambak ikan bandeng tidak hanya sudah panen saja, pihaknya bahkan sudah melakukan penjurian terhadap para peserta yang mendaftar kontes bandeng kawak.
“Dimulai penilaian di Ujung pangkah, dua peserta sudah dicek bandengnya sudah ditimbang dan sudah dibawa ke Dinas Perikanan, nanti tanggal 08 April akan diikutkan kontes lelang bandeng,” ujarnya, pada hari Kamis, 04 April 2024.
Sudah ada tiga peserta yang mendaftarkan diri. Sementara ikan bandeng yang sudah dinilai oleh dewan juri hari ini adalah milik bapak Saiful Mahdi dan bapak Askin.
Keduanya berasal dari Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Kemudian besok hari akan dilakukan penilaian di Pulau Mengare, ikan bandeng milik bapak Zainul Abidin berasal dari Desa Watu Agung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
“Yang daftar hanya tiga, karena yang lain tidak membesarkan bandeng khusus ikut kontes bandeng lelang,” ujarnya beliau lagi.
Pada kontes bandeng kawak pada tahun 2023 kemarin, ada ikan bandeng dengan berat 11,5 Kilogram milik bapak Syaifullah Mahdi menjadi juara pertama meraih hadiah 30 juta Rupiah.
Kemudian ikan bandeng dengan berat 11 kilogram milik bapak Askin yang menjadi juara kedua, dengan hadiah 25 juta Rupiah. Terakhir bandeng milik bapak Zainul Abidin dengan berat 7,2 kilogram yang menjadi juara tiga dan meraih hadiah 20 juta Rupiah.
Untuk kegiatan Pasar Bandeng sendiri akan digelar mulai tanggal 06 sampai tanggal 08 April 2024 dan tidak hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai platform untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan budidaya ikan bandeng kawak.
Acara ini digelar sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Jalan Samanhudi, Jalan HOS. Cokroaminoto dan Jalan Raden Santri.
Kegiatan pasar bandeng ini merupakan tradisi sejak zaman Joko Samudra atau sebutan dari Wali Songo, Sunan Giri.
Kegiatan pasar bandeng ini rutin diadakan setiap tahun menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah dan menjadi warisan budaya tak benda.
Dan bertujuan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan bandeng di Kabupaten Gresik, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai penghasil ikan bandeng yang berkualitas tinggi.