
Para pemudik tujuan Pulau Sapeken sedang mengantre masuk ke kapal Sabuk Nusantara (SN) 92 di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi./Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi
JawaPos.com – Ratusan warga asal Kepulauan Madura terpantau memadati Pelabuhan Tanjung Wangi, Kabupaten Banyuwangi pada hari Rabu (27/3) lalu.
Mereka adalah pemudik yang bertujuan pulang kampung ke Pulau Sapeken dan Pagerungan.
Para pemudik itu secara berbondong-bondong naik ke atas Kapal Sabuk Nusantara (SN) 92 yang sudah siap menunggu kedatangan penumpang sejak pagi hari di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi.
Banyak dari mereka yang membawa tas besar dan kardus berisi oleh-oleh berupa buah dan kue kering.
Dilansir dari Radar Banyuwangi (JawaPos Group), salah seorang pemudik bernama Fathan, 23 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan keluarga sengaja memilih untuk mudik lebih awal agar bisa menikmati Ramadhan dan berlebaran di Pulau Sapeken.
Hal itu lantaran hanya tersisa dua pemberangkatan kapal lagi menuju Pulau Sapeken. Ia khawatir jika dua pemberangkatan terakhir itu habis diserbu banyak pemudik. Sehingga dirinya takut tidak kebagian tiket kapal.
“Saya janjian dengan keluarga dari Jember dan Bali untuk ketemu di Pelabuhan Tanjung Wangi. Sejak hari Selasa saya sudah menginap di sini, yang penting bisa menyeberang,” ujar Fathan.
Senada dengan Fathan, pemudik lainnya yang bernama Hari mengatakan bahwa tiket kapal untuk menyeberang ke Pulau Sapeken seluruhnya gratis karena ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Seluruh penumpang yang akan naik kapal SN 92 tinggal datang ke kantor PT Pelni untuk ambil tiket sambal menunjukkan KTP.
“Semuanya gratis, saya mengambil tiket untuk lima orang agar tidak ramai di kantor Pelni. Perwakilan boleh mengambilkan tiket untuk keluarganya,” kata Hari.
Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi, Budi Sanjoyo menyampaikan bahwa program mudik gratis dengan kapal SN 92 merupakan kesepakatan bersama antara PT Pelni dan Pemkab Sumenep.
Berdasarkan data pihaknya, total terdapat 552 pemudik yang menyeberang ke Pulau Sapeken dengan kapal perintis itu.
Menurutnya, tren mudik ke Kepulauan Madura memang beda dengan wilayah lain. Sebab, keterbatasan sarana membuat para pemudik mulai pulang kampung sejak H-15 Idul Fitri.
“Kapal tujuan Sapeken ada lagi tanggal 3 April dan 10 April mendatang. Kemungkinan yang ramai pada tanggal 3 April, berangkat 4 April. Kalau yang tanggal 10 April biasanya penumpang tidak mau karena waktunya terlalu mepet. Mereka ingin bisa puasa dan Lebaran di kampung,” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para pemudik yang diangkut dengan kapal SN 92 itu akan melakukan perjalanan selama 12 jam dari Tanjung Wangi hingga Pulau Sapeken.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
