Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 07.14 WIB

Dinas Pertanian Kota Denpasar Bali Gunakan Teknologi Drone Kembangkan Pertanian Presisi

 

Kawasan persawahan di Pedungan Denpasar.

JawaPos.com–Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar Bali berupaya mengembangkan pertanian presisi menuju pertanian yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Melansir dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Analis Prasarana Sarana Pertanian Distan Kota Denpasar IGAN Anggreni Suwari mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Pupuk Indonesia mengembangkan pertanian presisi yang tepat.

”Pada 2023, kami sudah melakukan kegiatan spasial lahan, memetakan lahan pertanian di 41 subak di Denpasar. Kegiatan ini penting untuk memetakan lahan di Denpasar, sehingga menghasilkan petakan-petakan yang kita ketahui,” ujar Anggreni Suwari.

Dengan pemetaan tersebut, lanjut dia, dapat diketahui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang akan di-input tiap tahun sebagai alokasi kebutuhan pupuk. Selain itu dapat diketahui luas petakan petani dan jumlah pupuk yang diperlukan.

Dalam upaya tersebut Distan Kota Denpasar menggunakan teknologi drone spektral untuk memetakan unsur hara di 13 subak bekerja sama demplot di Subak Uma Desa sejak 14 Desember 2023.

Suwari menyebutkan, dalam menyediakan drone tersebut bekerja sama dengan Pupuk Indonesia dan hanya membeli aplikasi, yaitu Aplikasi Geo Spasial Lahan. Pemetaan dilakukan saat tanaman berusia 0 hingga 20 hari sehingga setelah pemetaan dan diketahui unsur hara yang terkandung dalam tanah, petani bisa langsung melakukan pemupukan.

”Selain pemetaan unsur hara, kami juga bisa memprediksi panen dengan drone. Itu umur padi 90 hari setelah tanam,” kata Anggreni Suwari.

”Keuntungannya adalah kami dapat membantu petani terhadap penebas, harga gabah berapa. Dan dapat meningkatkan produktivitas 15 persen,” tambah dia.

Untuk periode selanjutnya, dia menyebut akan dibicarakan lagi dengan Pupuk Indonesia terkait kelanjutan 28 subak lain di Denpasar. Sebab, pemetaan lalu hanya 13 subak yang umur tanaman 20 hari setelah tanam.

Dia menambahkan, penggunaan teknologi drone tersebut diharapkan bisa semakin digencarkan lagi untuk membantu petani di Kota Denpasar dengan luas lahan pertanian 1.680 hektare.

”Distan akan tahu untuk menentukan kebijakan yang tepat terutama pemberian pupuk dan penentuan pupuk subsidi, supaya angka-angkanya tepat. Karena dari pemetaan lahan ini, kita tahu setiap petak akan membutuhkan pupuk yang berbeda, tidak akan sama,” tutur Anggreni Suwari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore