Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 11.45 WIB

Grand Syeikh Al Azhar, Ajak Umat Muslim di Indonesia Hormati Keragaman

KUNJUNGI UMS: Grand Syeikh Al Azhar, Ahmad Muhammad Thayeb saat berada di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo, Rabu (2/5) - Image

KUNJUNGI UMS: Grand Syeikh Al Azhar, Ahmad Muhammad Thayeb saat berada di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo, Rabu (2/5)

JawaPos.com - Grand Syeikh Al Azhar, Ahmad Muhammad Thayeb memberikan tausiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Sukoharjo, Rabu (2/5). Kegiatan ini merupakan kegiatan Grand Syeikh selama berkunjung ke Indonesia dalam beberapa hari ini.


Dalam tausiyah tersebut, Grand Syeikh menjelaskan mengenai prinsip yang selama ini dipegang oleh Al Azhar. Bahwa dalam pendidikannya selalu dituntut untuk bisa saling menghargai dan menghormati dalam keragaman yang ada. 


Prinsip itulah yang diharapkannya bisa ditiru atau dilakukan oleh umat muslim di Indonesia. "Pada dasarnya manusia diciptakan Allah berbeda-beda, kalau Ia menginginkan umat manusia menjadi satu niscaya akan menjadi satu," terangnya di hadapan para peserta.


Grand Syeikh juga menerangkan mengenai pendidikan yang diterapkan di Al Azhar. Bahwa di universitas tersebut terdapat empat mazhab. Diantaranya ada mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali. 


Dan setiap mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih mazhab sesuai dengan keinginannya. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengembangkannya. Meskipun terdapat keragaman dalam pemahaman mazhab tetapi mahasiswa di Al Azhar tetap bisa berbaur dan rukun, saling menghargai dalam perbedaan yang ada.


"Di dalam akidah di Al Azhar terdapat Maturidiyah dan lainnya. Selama dia masih salat, dan masih mau memakan hewan sembelihan yang kita beri jangan mengkafirkan, karena dia masih termasuk muslim," ungkanya. 


Pada kesempatan tersebut, Grand Al Azhar juga meminta kepada semua umat muslim untuk mengedepankan perdamaian. Adanya perbedaan jangan sampai membuat orang saling memaksakan demi satu keyakinan. "Salah jika memaksakan mereka menjadi muslim semua. Manusia bebas dalam memilih keyakinannya," katanya.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore