Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 April 2018 | 19.19 WIB

Evaluasi Bencana, April 2018 Masih Ada Potensi Longsor di Jawa Barat

Kepala Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani di gedung PVMBG Bandung, Selasa (3/4) - Image

Kepala Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani di gedung PVMBG Bandung, Selasa (3/4)

JawaPos.com - Evaluasi bencana akibat gerakan tanah pada Maret 2018 yang melanda sebagian besar pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua dan Sumateta. Hal tersebut dipicu karena intensitas curah hujan yang tinggi. Bahkan April 2018 dipresdiksi masih akan terjadi longsor dan banjir.


Kepala Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani mengevaluasi bencana yang terjadi pada Maret dan menginformasikan prediksi bencana pada April 2018.


Selama Maret 2018 terjadi 146 kejadian gerakan tanah atau longsor di 43 Kabupaten/Kota namun sbagian besar di Pulau Jawa. Kejadian tersebut mengakibatkan 431 rumah rusak dan 8 orang meninggal dunia.


"Kejadian longsor terjadi berulang kali di kawasan Puncak yakni Cianjur dan Bogor," kata Kasbani di gedung Pusat Vuokanologi dan Mirigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Selasa (3/4).


Sedangkan potensi longsor pada April 2018, dilihat berdasarkan peta peringatan potensi longsor yakni Overlay peta zona kerentanan longsor. Informasi tersebut dari badan geologi dengan hasil prakiraan curah hujan dari BMKG.


"Jadi April diprediksi menunjukkan potensi longsor dan banjir bandang di Indonesia sedikit berkurang dibanding bulan sebelumnya," jelasnya.


Namun, kata dia pihaknya terus mengimbau dan menginformasikan walaupun potensi sedikit berkurang masyarakat pun harus tetap waspada karena curah hujan saat peralihan musim masih akan terjadi. "Kita harus terus ingatkan karena masyarakat terkadang kurang waspada saat bukan musim penghujan (kemarau)," ungkapnya.


Sehingga masyarakat yang tinggal di bawah atau lereng terjal dan daerah aliran sungai harus tetap waspada terhadap ancaman longsor.


Adapun tanda-tanda awal longsor yakni retakan pada lereng, pohon atau tiang listrik mulai miring, muncul resmbesan pada lereng, runtuhan batu kecil dan lainnya. "Kalau warga mengenali tanda-tanda itu, sebaiknya mngungsi dan menjauh dari keren," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore