
Anggota Komisi I dan Komisi IV DPRD Situbondo saat melakukan sidak di eks lokalisasi gunung sampan. Sabtu (25/3) malam. Antara
JawaPos.com–Komisi I DPRD Situbondo memastikan tidak ada lagi aktivitas praktik prostitusi di beberapa tempat bekas lokalisasi maupun tempat hiburan malam selama Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah.
”Kemarin (26/3) malam, Komisi 1 dan Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke eks lokalisasi Gunung Sampan (Desa Kotakan), untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Situbondo, tertanggal 20 Maret yang salah satu isinya pengusaha di lingkungan eks lokalisasi tidak melakukan aktivitas atau ditutup,” ujar Ketua Komisi I DPRD Situbondo Hadi Prianto seperti dilansir dari Antara di Situbondo, Senin (27/3).
Dalam sidak di tempat bekas lokalisasi di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo itu, lanjut Hadi, sudah tampak sepi. Dipastikan para pekerja seks komersial (PSK) sudah pulang atau tidak melakukan praktik prostitusi.
Menurut dia, di sela sidak untuk memastikan tidak ada aktivitas di bekas lokalisasi itu, anggota dewan gabungan Komisi I dan Komisi IV ditemui ketua RT, Sekretaris Pemerintahan Desa Kotakan, Camat Situbondo, Kapolsek, dan Babinsa.
”Pada prinsipnya yang sebelumnya dikabarkan pekerja seks komersial masih ada di eks lokalisasi Gunung Sampan, kami pastikan sudah pulang semuanya. Mudah-mudahan PSK yang pulang tidak kembali lagi ke Situbondo,” kata Hadi Prianto, politikus Partai Demokrat itu.
Hadi mengatakan, sudah menyatakan komitmen bersama pemerintahan desa setempat bahwa setelah Ramadan akan memperketat kedatangan orang luar daerah ke tempat bekas lokalisasi tersebut.
”Kami bersama pemerintahan desa berkomitmen memperketat kedatangan orang luar Situbondo. Bahkan, jika yang datang benar-benar PSK dari luar, pihak desa pemerintah desa akan menolak. Mudah-mudahan komitmen ini menjadi dilakukan bersama-sama menolak prostitusi di bekas lokalisasi gunung sampan, maupun di pinggir jalan,” ucap Hadi Prianto.
Hadi menambahkan, Komisi I dan Komisi IV juga bertemu dengan tokoh masyarakat setempat dan para tokoh itu juga setuju tidak ada lagi praktik prostitusi di Situbondo.
”Mungkin ada dampak bagi warga yang tinggal di kawasan itu, mungkin mengenai pekerjaan. Pemerintah daerah juga harus bisa memberikan perhatian, baik bantuan bahan pangan dan kesempatan bekerja di perusahaan di Situbondo,” ucap Hadi Prianto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
