
Ilustrasi: police line. Siswi SDN 7 Menteng Marsha Demima meninggal di sekolah.
JawaPos.com - Kematian Marsha Demima, masih meninggalkan duka bagi keluarga. Mereka tampaknya belum menerima sepenuhnya. Orang tua bocah berusi 12 tahun itu pun menuntut sekolah ke jalur hukum. Pihak kepolisian dari Polres Palangka Raya sudah menerima aduan dari pihak keluarga Marsha Demima.
“Kita sudah membuat laporan, tinggal menunggu tindak lanjutnya nanti,” kata Ayah Marsha, Epri Deliung saat dibincangi Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di kediamannya Jalan Merdeka, kemarin (1/8).
Intinya, pihak keluarga tidak puas dengan penjelasan pihak SDN 7 Menteng, tempat anaknya menuntut ilmu. Selain itu, juga untuk memberikan efek jera. Hal ini agar ke depan pihak sekolah lebih mengawasi anak didik beraktivitas di lingkungan belajar.
"Hal itu penting diperhatikan karena anak merupakan pemberian yang sangat berharga Tuhan. Dan sampai saat ini, kita juga belum dapat menerima kejadian tersebut,” ungkap Epri.
Dia meyakini bahwa putri keduanya tersebut sebelumnya tidak mengidap penyakit apa pun. Di rumah, Masrsha dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif dalam melakukan setiap pekerjaan.
Niat sekolah putri kedua dari tiga bersaudara tersebut juga sangat tinggi. Itu tampak dari cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter, dengan tekad merawat bapa dan mama ketika tua kelak.
“Dia memiliki karakter yang cukup berbeda dan suka memberikan perhatian kami. Kalau saat libur, setiap bangun pagi akan menghabiskan waktu untuk melayani kami. Dia tidak segan- segan menawarkan kopi atau makanan,” imbuhnya sembari mengusap airmata yang membasahi pipinya.
Diketahui, seorang murid SDN 7 Menteng meninggal ketika mengikuti olahraga di sekolah, Selasa (31/7). Marsha Demima tiba-tiba pingsan di tengah lapangan. Ketika itu, dia sedang bermain bola kasti bersama teman-temannya.
Anak SD itu tiba-tiba tersungkur di tanah. Waktu kejadian, tidak ada guru olahraga yang menemani murid-murid bermain. Tidak ada yang memantau.
“Guru olahraga yang saya tahu belum datang ke sekolah, belum tahu apa alasan guru olahraga tak ada di sekolah,” ujar Kepala Sekolah SDN 7 Menteng, M Asad, ketika dibncangi awak media di ruangan kamboja RSUD dr Doris Sylvanus.
Ketika murid nahas yang memiliki bobot sekitar 60 kilogram itu tergeletak di tanah, teman-temannya berteriak minta tolong. Ketika itu kepalasekolah sedang berada di dalam kantor. Kejadiannya sekitar pukul 09.45 WIB. Atau berselang 45 menit berolahraga.
Marsha Demima langsung dilarikan ke rumah sakit oleh guru. Sempat mendapatkan penanganan pertama. Namun, tidak lama kemudian, Marsha dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, pihak SDN 7 Menteng mengaku tak ciut dengan laporan yang dilakukan pihak keluarga dari anak didiknya itu. Pihaknya tak bisa berbuat banyak meski sudah menjelaskan kronologi yang sebenarnya.
“Soal keluarga menuntut itu merupakan hak mereka. Tetapi mereka tampaknya sudah menerima. Tidak menjadi masalah,” ujar Kepala Sekolah, Muhammad As’ad usai melakukan kunjungan ke rumah duka.
Bersama orang tua dan para guru yang ada, mereka meminta bantuan dari pemerintah kota untuk menyediakan tabung oksigen untuk anak-anak. Hal itu untuk mengantisipasi dan sebagai pertolongan pertama.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
