Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Maret 2024 | 06.41 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Periode Januari-Februari Tercatat 150 Kasus

Fogging untuk membunuh nyamuk cegah DBD. - Image

Fogging untuk membunuh nyamuk cegah DBD.

JawaPos.com–Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, pada periode Januari-Februari tercatat ada sebanyak 150 kasus. Meskipun tidak ada korban jiwa, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Berdasar data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, pada Januari ada 56 kasus DBD. Sedangkan pada Februari ada sebanyak 94 kasus. Artinya, ada kenaikan sekitar 38 kasus DBD.

”Ada peningkatan dibanding Januari 2024,” ujar Kepala Dinkesdalduk KB Sunarto seperti dikutip dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group).

”Semua pasien DBD itu telah sembuh dan tidak ada pasien yang meninggal dunia,” imbuh dia.

Meskipun tidak ada korban jiwa, Dinkesdalduk KB tak mau kecolongan. Sunarto menyatakan, pihaknya melakukan berbagai langkah untuk menekan kasus DBD. Salah satu yakni melakukan fogging di sejumlah tempat yang diidentifikasi sebagai area rawan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit DBD.

Dia menjelaskan, setidaknya ada sembilan titik fogging. Termasuk lokasi yang menjadi fokus utama penyebaran nyamuk. Fogging menggunakan bahan kimia merupakan cara yang efektif membunuh nyamuk, serta mengurangi populasi nyamuk dan menghentikan penyebaran DBD.

”Sejak 3 Februari dilakukan fogging untuk siklus satu dan dua,” papar Sunarto.

Selain fogging, lanjut dia, Dinkesdalduk KB juga aktif melakukan kampanye pemberantasan sarang nyamuk. Upaya tersebut mencakup edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghilangkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk. Seperti tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat.

”Dinkesdalduk KB juga mengeluarkan surat edaran waspada DBD kepada masyarakat, memperingatkan tentang gejala dan bahaya penyakit tersebut beserta cara pencegahannya,” ujar Sunarto.

Langkah tersebut menurut dia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan tindakan pencegahan secara aktif.

Selain itu, Sunarto menambahkan, juru pemantau jentik (jumantik) juga terus diaktifkan. Mereka bertugas untuk memantau dan memberantas tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.

”Kami juga koordinasi dengan lintas sektor seperti tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta unsur kemasyarakatan lain untuk mendukung kewaspadaan DBD,” ucap Sunarto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore