
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Jogjakarta.
JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sebelumnya diberlakukan hingga 29 Februari menjadi hingga 31 Mei.
”Siaga darurat kita perpanjang sampai akhir Mei, karena berdasar rilis dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) itu sekarang memasuki pancaroba, justru di musim pancaroba itu kita harus waspada,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol seperti dilansir dari Antara di Bantul, Sabtu (2/3).
Dia mengatakan, Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tersebut sudah disusun dan diterbitkan per 1 Maret atau setelah SK sebelumnya berakhir. Hingga saat ini, BPBD Bantul menunggu keputusan tersebut ditandatangani Bupati Bantul.
”SK sudah siap, tapi karena Pak Bupati ada kesibukan sehingga belum ditandatangani, tapi sudah sampai di meja bupati tinggal disahkan, namun yang jelas sudah siap, di daerah-daerah lain juga sama, tetap ada memperpanjang status,” ujar Antoni Hutagaol.
Dia mengatakan, kewaspadaan bencana atau kejadian pada musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau hampir sama dengan sebelumnya. Yakni kewaspadaan tentang hujan deras yang disertai angin kencang yang berdampak banjir dan pohon tumbang.
”Pada SK sebelumnya, kewaspadaan juga terkait bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang dampak hujan deras,” terang Antoni Hutagaol.
Pada Februari, kata dia, merupakan puncak musim hujan sehingga Maret hingga beberapa bulan ke depan masuk peralihan musim.
”Perpanjangan berdasar dari rilis BMKG dan situasi di lapangan, kami harus ada rilis dari BMKG, kalau tidak ada, tidak ada perpanjangan, jadi perpanjangan sampai Mei harapannya selama masa pancaroba itulah kita waspada,” tutur Antoni Hutagaol.
Dia mengatakan, pada musim pancaroba saat ini ada kecenderungan cuaca tidak menentu, terkadang hujan namun kemudian kemarau. Akan tetapi ketika turun hujan, intensitas lebat dan tidak jarang disertai angin kencang.
”Kita selalu memantau kondisi karena dari BMKG selalu update cuaca, situasi, peta wilayah sini hujan ringan, daerah lain deras. Jadi cuaca tidak menentu, seharusnya hujan namun panas dan sebaliknya, dan kejadian yang telah terjadi itu angin kencang, pohon tumbang, genangan air, tapi tidak parah, masih bisa kita atasi,” terang Antoni Hutagaol.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
