Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 23.15 WIB

Badan Pertanahan Nasional Mempercepat Pembelian Tanah Akses Menuju Bandara Dhoho Kediri pada Tahap II

Jembatan di area Bandara Dhoho yang juga termasuk rangkaian Tol Kediri-Tulungagung di dekat bandara dhoho sudah dalam tahap pembangunan.

JawaPos.com - Tidak hanya mempercepat target pembebasan untuk Tol Kediri-Tulungagung di tahap I, panitia juga berupaya untuk mempercepat proses pengadaan tanah tahap II yang menjadi akses ke Bandara Dhoho.
 
Dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Jumat (1/3), pembebasan tanah tahap II tersebut mencakup luasan di penetapan lokasi (penlok) tahap II. Khususnya jalan tol yang menjadi akses menuju Bandara Dhoho Kediri.
 
Sama seperti pengadaan tahap I, pembebasan tanah tanah tersebut harus tuntas sebelum fisik dimulai pada April-Mei mendatang.
 
Sebelumnya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kediri-Tulungagung sudah selesai dibentuk pada Selasa (27/2) lalu di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut juga diumumkan bahwa konstruksi Tol Kediri-Tulungagung akses Bandara Dhoho akan mulai dilaksanakan pada kuartal II 2024.
 
Namun, hingga kemarin proses pembebasan tanah ruas menuju bandar udara masih belum juga tuntas. Setidaknya ada belasan hektare yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR).
 
 
Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji mengatakan bahwa pihaknya secara paralel terus memproses kedua tahap pengadaan tanah tersebut.
 
Apabila dari penlok tahap I sudah ratusan bidang yang terbayarkan, menurut Tutur, pengadaan tahap tahap II juga harus dikebut.
 
Salah satunya yakni dengan mengadakan sosialisasi tahap pelaksanaan di kelurahan terdampak. Tahap tersebut dilakukan setelah pemasangan patok right of way (RoW) selesai dipasang untuk ruas Kota Kediri.
 
"Sosialisasinya terkait pemberkasannya dan mulai pengukuran. Bahwa setiap warga terdampak harus memasang tanda batasnya dan diketahui oleh masing-masing tetangga yang berbatasan," jelasnya sembari menyebut sosialisasi akan dilakukan bulan ini.
 
Dengan demikian, tahapan pelaksanaan pengadaan tanah untuk penlok tahap II tersebut sama seperti penlok tahap I. Pengadaan tanah untuk mengakomodasi kekurangan lahan di kiri dan kanan trase tol juga akan diprioritaskan di empat kelurahan akses bandara.
 
Empat kelurahan tersebut yakni Kelurahan Semampir di Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto.
 
 
 
Setelah tahap sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah, pengambilan data fisik juga akan mulai dilakukan. Dalam hal ini, BPN Kota Kediri akan melakukan pengukuran di tanah-tanah terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung.
 
"Pengukuran di lapangan akan didampingi TPT (tim pengadaan tanah jalan Tol Kediri-Tulungagung, Red), kelurahan, warga, dan tetangga yang berbatasan. Kalau pengukuran sudah selesai, nanti baru terbit PBT (peta bidang tanah, Red). Setelah itu, baru pemberkasan yuridis," tandasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dari empat kelurahan yang terdampak akses bandara di Kota Kediri, baru ada tiga kelurahan yang sudah mulai dibayarkan ganti ruginya. Yakni di Kelurahan Mojoroto 231 bidang, Kelurahan Gayam 21 bidang, dan Kelurahan Semampir 51 bidang.
 
Dari ketiga kelurahan tersebut, masih ada PR pembebasan 158 bidang tanah terdampak. Sisanya, ada 178 bidang di kelurahan Bujel yang masih menunggu pembebasan. Setelah semua tanah siap, proyek senilai Rp 9,92 triliun tersebut baru bisa dimulai.
 
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore