Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Februari 2024 | 20.37 WIB

19 Hektare Lahan di Kota dan Kabupaten Kediri Masih Diupayakan BPN untuk Pembebasan Proyek Tol Kediri-Tulungagung

Sejumlah rumah warga di Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah dikosongkan. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

 
JawaPos.com - Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kediri-Tulungagung (Ki Agung) baru saja selesai dibentuk pada Selasa (27/2) lalu di Jakarta.
 
Namun, realisasi fisik proyek tol Kediri-Tulungagung yang rencananya akan dimulai Februari sepertinya harus kembali molor.
 
Hal ini dikarenakan, hingga kemarin pembebasan tanah ruas menuju bandar udara masih belum tuntas. Setidaknya masih ada belasan hektare yang menjadi pekerjaan rumah (PR).
 
Dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Kamis (29/2), data yang dihimpun dari koran menyebutkan bahwa akses Tol Ki Agung menuju Bandara Dhoho membentang di Kota dan Kabupaten Kediri.
 
Di Kota Kediri sendiri ada empat kelurahan yang dilewati. Mulai dari Kelurahan Semmampir, Kecamatan Kota. Kemudian, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto. Kebutuhan lahan mencapai 33 hektare.
 
Sementara itu, di Kabupaten Kediri, akses tol bandara melewati Desa Manyaran dan Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Kebutuhan lahan mencapai 32 hektare.
 
Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji memaparkan bahwa hingga kemarin tanah terdampak yang sudah dibebaskan mencapai 308 bidang atau 49 persen.
 
 
Sedangkan secara keseluruhan, termasuk lahan di Kabupaten Kediri mencapai 70,45 persen. Sedikitnya masih ada 19 hektare lahan di Kota dan Kabupaten Kediri yang masih harus dibebaskan.
 
"Ini (tanah yang sudah dibebaskan, Red) khusus tanah milik perorangan. Untuk aset pemkot sambil jalan karena TPT masih perlu menyiapkan tanah penggantinya," kata Tutur di sela pembayaran uang ganti rugi (UGR) di kantor BPN Kota Kediri kemarin (28/2).
 
Menurutnya, dari empat kelurahan yang terdampak di Kota Kediri, baru tiga kelurahan yang sudah mulai dibayarkan ganti ruginya. Yakni di Kelurahan Mojoroto 231 bidang, Kelurahan Gayam 21 bidang, dan Kelurahan Semampir 51 bidang.
 
Dari ketiga kelurahan itu saja masih ada PR pembebasan 158 bidang tanah terdampak. Sisanya, ada 178 bidang di Kelurahan Bujel yang masih menunggu pembebasan.
 
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa realisasi fisik Tol Kediri-Tulungagung yang merupakan akses menuju Bandara Dhoho Kediri digadang-gadang bakal dimulai pada Februari ini. Namun, hal tersebut masih belum bisa terlaksana.
 
Sebab, penandatanganan BUJT Ki Agung baru dilakukan pada Selasa (27/2) lalu. Yakni PT Surya Sapta Agung Tol yang akan menangani proyek senilai Rp 9,92 triliun tersebut.
 
 
Meskipun BUJT sudah ditetapkan, agaknya realisasi fisik masih harus molor hingga April nanti karena pembebasan tanah belum sepenuhnya tuntas. Terkait hal itu, Tutur mengaku pihaknya akan berupaya mempercepat pembayaran ganti rugi. Terutama untuk tanah akses ke bandara.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari koran, akses tol dari barat atau dekat bandara dan dari timur digarap berbarengan. Dari timur dimulai dari pembangunan jembatan di Kelurahan Semampir. Konstruksi yang membentang di atas sungai Brantas ini didahulukan karena memiliki tingkat kesulitan relatif tinggi.
 
Sementara itu, Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti melalui Sekretaris Ketua Irmawan Aditia Perdana mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan mempercepat progres pengadaan tanah.
 
Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, proyek akses bandara memang akan dimulai kuartal II atau paling cepat April nanti. Oleh sebab itu, pengadaan tanah harus selesai sebelum deadline tersebut.
 
"Ritmenya kami tingkatkan lagi. Kinerjanya kami tingkatkan lagi supaya sesuai target dan bisa tercapai. Mungkin dipercepat atau intensitas pembayarannya lebih tinggi," tandasnya.
 
Untuk diketahui, kemarin BPN Kota Kediri telah melakukan pembayaran ganti rugi terhadap 14 bidang tanah di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Total dana yang dicairkan mencapai Rp 35 miliar. Setelah pencairan, panitia akan melanjutkan musyawarah di Kelurahan Mojoroto dan Gayam yang belum menyatakan setuju.
 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama yang Selasa lalu menghadiri penandatanganan BUJT menyebutkan bahwa berbagai berkas terkait realisasi tol sudah ditandatangani.
 
Selain penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) juga dilakukan tanda tangan perjanjian regres dan perjanjian penjaminan jalan Tol Ki Agung.
 
Sedangkan terkait pembebasan lahan yang belum tuntas, menurut Irwan, pihaknya akan membantu agar pembebasan tanah terdampak di Kabupaten Kediri bisa segera selesai. Sehingga, realisasi tol yang direncanakan pada kuartal kedua atau April hingga Juni nanti tidak meleset lagi.
 
"Semoga saja tidak ada masalah lagi yang membuat tol molor," harapnya
 
Sebagai informasi, proses pembangunan Tol Kediri-Tulungagung (Tol Ki Agung) akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama yakni sepanjang 6,82 kilometer untuk akses menuju bandara. Sedangkan 37,35 kilometer lainnya merupakan main road ruas Kediri-Tulungagung.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore