
Gambar warga saat operasi pasar beras di Kediri, Jawa Timur (antaranews.com)
JawaPos.com - Harga beras yang melambung tinggi, dimulai dari awal bulan Februari, mempengaruhi daya beli masyarakat, menurut Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur.
Dilansir dari antaranews.com, Tetuko Erwin Sukarno selaku Kepala bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri menjelaskan bahwa “beras ini adalah kebutuhan pokok. Jika harganya tinggi, itu akan menggerus daya beli masyarakat".
Selain itu, Tetuko Erwin Sukarno juga menerangkan bahwa Pemkot Kediri melakukan upaya melalui berbagai macam program untuk menyeimbangkan harga bahan pokok.
Khususnya beras, yang mengalami kenaikan harga. Salah satu upaya Pemkot Kediri yaitu dengan mengandalkan operasi pasar.
Tetuko Erwin Sukarno menjelaskan bahwa operasi pasar dilakukan secara masih. Kemudian dilakukan evaluasi terkait dampak terhadap harga beras.
Setelah upaya tersebut dilakukan, selanjutnya menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya.
Lebih jelas, Tetuko Erwin Sukarno juga menjelaskan bahwa kenaikan harga beras dapat memengaruhi laju inflasi, khususnya di Kota Kediri.
Oleh karena itu, Tetuko Erwin Sukarno berharap agar melalui operasi tersebut dapat mengontrol dan mengendalikan inflasi.
Terkait penyebab kenaikan harga beras, Tetuko Erwin Sukarno menerangkan bahwa kenaikan tersebut terjadi karena penanaman padi oleh petani mundur.
Petani memastikan air untuk tanaman padinya cukup, sehingga pertumbuhannya, tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.
"Sudah terlalu jauh dari panen raya. Kami sudah dialog dengan petani, mereka menunda tanam karena khawatir air belum ada. Saat ini hujan terlambat," ujar Tetuko Erwin Sukarno.
Lebih jelas, Tetuko Erwin Sukarno menjelaskan bahwa bulan November Desember sudah hujan yang merupakan penanda untuk menanam padi.
“Sebagian besar sudah mulai tanam, jadi di Maret panen. Semoga saat Lebaran sudah panen raya,” ujar Tetuko Erwin Sukarno.
Selain itu, Estu Rahmaningtyas selaku Wakil Pimpinan Perum Bulog Kediri, menjelaskan bahwa persediaan di gudang Bulog mencapai 18 ribu ton.
Jumlah tersebut masih cukup digunakan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran 2024 mendatang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
