
Tim BBPOM di Denpasar saat pengawasan dan pengujian produk pangan olahan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Denpasar, Senin (26/2).
JawaPos.com–Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan pengawasan dan pengujian sampel produk pangan olahan di pasar tradisional dan pasar modern di Bali. Itu dilakukan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Rabu (28/2) dan Sabtu (9/3).
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Desak Andika mengatakan, intensifikasi dilakukan karena semakin dekat hari raya, peredaran produk pangan olahan semakin meningkat dibanding hari biasa.
”Untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya menjelang hari besar keagamaan, BBPOM secara rutin dan intensif melaksanakan pengawasan,” kata Desak Andika seperti dilansir dari Antara.
Tujuan dari pengawasan itu, menurut dia, untuk memastikan produk pangan olahan yang beredar di Pulau Dewata aman dan bermutu. Sehingga, proses pengujian sampel produk dilakukan bertahap sejak 23 Februari.
Desak Andika menyebut, intensifikasi pengawasan diutamakan pada produk pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak. Seperti kemasan penyok dan kaleng berkarat di lokasi peredaran pangan di distributor, toko, supermarket, pasar tradisional, dan produsen parsel.
”Dilakukan juga pengawasan pada segala bahan upakara untuk persiapan upacara keagamaan seperti jajan pasar, pangan siap saji, serta daging dan ikan segar serta olahan, yang dijual di pasar tradisional,” ujar Desak Andika.
Pada produk pangan olahan, mereka menguji 18 lokasi atau sarana peredaran di Bali. Ditemukan sebanyak 13 sarana atau setara 72,22 persen memenuhi ketentuan (MK). Namun, lima sarana lainnya atau 27,78 persen tidak memenuhi ketentuan (TMK).
Berdasar produknya, ditemukan sebanyak 34 item kedaluwarsa dengan total 154 kemasan dan 3 item rusak atau penyok.
”Terhadap sarana yang terdapat temuan tersebut diberikan pembinaan supaya produk pangan olahan yang dijual pelaku usaha terjamin keamanan dan mutunya,” tutur Desak.
Selain produk olahan yang kerap tinggi permintaan selama Hari Raya Galungan dan Kuningan, BBPOM tak ingin lengah dengan tetap menjalankan pengawasan di pasar tradisional terhadap produk jajanan. Di pasar tradisional Kabupaten Tabanan dan Denpasar, mereka menguji jajanan pasar, pangan siap saji, serta pangan segar dan olahan.
Dari 57 produk pangan yang diuji, kata dia, ditemukan dua produk pangan mengandung bahan berbahaya yaitu Rhodamin B pada terasi dan formalin pada teri medan. Terhadap pedagang tersebut, lanjut Desak Andika, BBPOM memberikan pembinaan hingga meminta pengelola pasar untuk memberhentikan pemasok memasukkan produk tersebut ke pasar yang dikelola.
”Produk pangan yang mengandung bahan berbahaya segera dimusnahkan dan tidak boleh dijual lagi,” ujar Desak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
