Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2023 | 23.40 WIB

Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar Rusak akibat Gempa

Kerusakan di Kantor Bupati KKT, dampak gempa 7,9 SR, pada Selasa (10/1). Kominfo KKT/Antara - Image

Kerusakan di Kantor Bupati KKT, dampak gempa 7,9 SR, pada Selasa (10/1). Kominfo KKT/Antara

JawaPos.com–Sebagian besar ruangan di kantor Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo (M) 7,9 pada Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT.

”Hampir semua ruang kantor di Kepulauan Tanimbar rusak, termasuk Kantor Bupati, ruangan Kepala Bappeda dan staf, mengalami retak-retak, karena 7,9 SR kan kuat ya,” kata Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kepulauan Tanimbar Junus Frederick Batlayeri seperti dilansir dari Antara di Ambon, Selasa (10/1).

Dia mengatakan, kerusakan yang terjadi seperti runtuhnya plafon-plafon di beberapa ruangan, serta sebagian besi dari plafon juga ikut runtuh. ”Kami sekarang masih tetap masuk kantor, dengan tetap berhati-hati, artinya kita mengantisipasi terjadinya gempa susulan atau terulang,” ujar Junus Frederick Batlayeri.

Batlayeri mengimbau masyarakat tetap waspada serta tidak termakan hoaks dan tetap merujuk kepada informasi resmi dari BMKG dan BPBD. ”Ya intinya tetap waspada saja untuk melihat kondisi seperti ini, karena gempa ini cukup besar hingga ada timbul keanehan-keanehan di mana-mana seperti ada pulau yang tumbuh. Jangan sampai termakan hoaks,” ucap Junus Frederick Batlayeri.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku tidak masuk kantor untuk bekerja. Mereka masih trauma setelah gempa magnitudo (M) 7,9 mengguncang daerah itu.

”Banyak pegawai yang tidak masuk kantor akibat masih takut setelah terjadi gempa tersebut. Saya saja trauma kok,” tutur Junus Frederick Batlayeri.

Meskipun demikian, lanjut dia, pegawai tidak diliburkan tetapi tetap diingatkan untuk waspada mengantisipasi gempa susulan atau dampak gempa seperti tembok retak yang bisa sewaktu-waktu roboh atau runtuh.

”Saat ini memang tidak bisa dipaksakan untuk masuk, termasuk staf saya tidak diliburkan. Kita tetap berkantor saja, tetapi hati-hati dan antisipasi jangan sampai terdampak,” terang Junus Frederick Batlayeri.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa dengan magnitudo 7,9 pada Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 131 km di koordinat 7,25 lintang selatan dan 130,18 bujur timur, sekitar 148 km barat laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa tersebut dirasakan pada skala V MMI di Kota Saumlaki, IV MMI di Dobo dan Tiakur, III-IV MMI di Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata, Sorong, dan Kaimana; II-III di Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, dan Kota Kupang; serta II MMI di Ambon dan Piru (Kabupaten Seram Bagian Barat).

Pada skala II MMI getaran dirasakan beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu. Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderit dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang-tiang dan barang besar bergoyang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore