
Penerbitan komik Si Juki seri Jalan-Jalan Nusantara di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (6/3). (Saifan)
JawaPos.com - Implementasikan amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BPNB DIY) pada tahun 2022 kembali menggelar kegiatan Fasilitasi Pelestarian Nilai Budaya.
Salah satu penerima fasilitas tahun ini adalah Komunitas Turah Budaya, perkumpulan yang bergerak dalam bidang pemajuan kebudayaan, mengadakan rangkaian kegiatan lokakarya dan kompetisi komik.
Langkah Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini dilakukan untuk mendorong para pelaku budaya untuk terus menghasilkan karya nyata.
Komik dinilai BPNB DIY sebagai salah satu medium yang menarik dalam upaya mengedukasi dan meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah, tradisi, dan budaya bangsa. Paduan visual dan dan teks komik lebih mudah diterima dan digemari tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menggambarkan kebhinnekaan budaya Indonesia.
Lokakarya komik mengangkat tema besar “Pemanfaatan Media Komik sebagai Sarana Edukasi Sejarah dan Budaya Bagi Generasi Milenial Menyongsong Era Society 5.0.” yang dilaksanakan selama 4 sesi dengan menghadirkan total 12 orang pemateri dari kalangan akademisi, pegiat budaya, hingga komikus terkenal.
Lokakarya pertama, 26 Juni 2022, dengan subtema “Pemajuan Kebudayaan melalui Peran Aktif Komunitas Sejarah dan Budaya Menyongsong Abad Kedua lndonesia”. Pembicara pada sesi ini adalah Fahruddin, M.Pd. (Dosen Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta), Wahyu Kristanto, S.S. (Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Jawa Tengah), Syela Joe Dhesita, S.Pd. (Guru MAN 1 Sukoharjo), serta Brilliantoro Yusuf Ervanda, S.Pd. (Ketua Komunitas Turah Budaya).
Lokakarya kedua, 16 Juli 2022, mengangkat subtema “Menarasikan Kisah Sejarah dan Budaya Bangsa melalui Karya Visual bagi Generasi Milenial di Era Society 5.0.” Pembicara dalam kesempatan ini adalah Emawati Purwaningsih, S.Si., M.Sc. (Pamong Budaya Ahli Madya/Plt. Kasubag TU BPNB DIY), Naufal Raffi Arrazaq, S.Pd., S.Ark., M.Pd., M.A. (Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Gorontalo), Syarifah Aini, S.Pd., M.A. (Awardee LPDP 52 llmu Sejarah Universitas Gadjah Mada), dan Abdul Rouf, S.Pd. (Guru SMA Negeri 1 Nalumsari, Jepara).
Lokakarya ketiga dengan subtema “Komik sebagai Media Komunikasi Visual bagi Generasi Milenial di Era Society 5.0”, 17 Juli 2022, dengan pemateri Terra Brajaghosa, S.Sn., M.Sn., (Dosen lnstitut Seni lndonesia Yogyakarta).
Sementara lokakarya keempat diselenggarakan 25 September 2022 dengan subtema “Komik sebagai Wahana Literasi Visual Merajut lmaji Lintas Generasi bagi Pemajuan Kebudayaan lndonesia.” Pemateri antara lain Prasetia Pradana (Komikus); Ryan Kristianto, S.Pd. (Guru Seni Rupa, Ilustrator), serta Reni Dikawati, S.Pd., M.Pd. (Sub Koordinator Perencana Museum, Kementerian PPN/Bappenas RI).
Lokakarya tidak hanya menyasar generasi muda, tetapi juga akademisi, pendidik, maupun pemerhati budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agen pemajuan kebudayaan. Hasil lokakarya dijadikan usulan untuk para pemangku kebijakan sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun regulasi yang tepat sasaran.
Rangkaian kegiatan fasilitasi selanjutnya berupa kompetisi komik dengan sasaran pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Kompetisi tingkat nasional ini menggaet peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Tema yang diangkat “Muda Berbudaya Menuju Abad Kedua lndonesia" dengan 7 subtema, yakni kearifan lokal, teknologi tradisional, upacara tradisional, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, pelestarian warisan budaya sebagai ajang rekreasi dan hiburan, serta kuliner Nusantara.
Kompetisi yang berjalan dengan ketat ini menghasilkan 5 pemenang. Juara I diraih oleh Catthalya Putri Azalie Ramadhani (SMA Negeri 1 Bobotsari Purbalingga) dengan karya berjudul “Arum dan Ebeg”, Juara II Luthfananda Cahya Ramdhani (SMA Negeri 1 Mejobo Kudus) dengan karya “Sapi Sang Sunan”, Juara III kelompok Adilla Shannaz Al Zahra dan Siti Syamsiyah (SMK Negeri 58 Jakarta) dengan karya “Dhakon”, Juara Harapan I kelompok Siti Syariefah Bachtiar dan Nadhira Faza Khalista (SMK Negeri 31 Jakarta) dengan karya “Dikara Indonesia”, dan Juara Harapan II Restu Dewi Nugrahaini (SMA Negeri 2 Pati) dengan karya “Astral Phenomena of Nasi Gandul.”
Hasil kreasi komik terpilih akan dibukukan dan disebarluaskan kepada masyarakat dalam bentuk digital. Harapannya bahwa hasil karya para peserta kompetisi komik dapat digunakan sebagai rujukan para siswa lainnya yang ingin mengikuti kompetisi serupa di lain waktu. Selain itu, dapat dijadikan media ajar bagi para guru di sekolah. Bentuk komik yang ringan dan menarik diharapkan mampu mendorong generasi muda lebih mudah menikmati dan membahami nilai sejarah, budaya, dan tradisi sehingga mampu mengenali identitas budayanya sendiri.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
