
Photo
Kasus Penyekapan Belasan Perempuan di Kabupaten Pasuruan
JawaPos.com – Mochammad Anshori tak melihat ada yang mencurigakan dari warung kopi (warkop) itu. Kecuali pelayannya yang gonta-ganti.
”Kami sempat tanyakan soal itu, dibilang kalau mereka pekerja freelance (lepas),” kata Aan, sapaan akrab Mochammad Anshori, pengelola ruko yang kemudian disewa menjadi warkop di Dusun Mojorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (20/11).
Warkop itulah yang kemudian digerebek Tim Jatanras dan Renakta Polda Jatim pada Senin (14/11) pekan lalu. Di dalamnya ditemukan 19 perempuan yang menjadi korban praktik perdagangan manusia disekap di sana. Empat di antaranya masih di bawah umur. ”Saya kaget begitu dengar digerebek. Dari situ tahu ada belasan perempuan yang disekap,” ucap Aan.
Ruko di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, itu disewa DG seharga Rp 1,5 juta sebulan.
Setiap hari warkop WP GON tersebut buka selepas isya hingga tengah malam. Pagi sampai sore tutup.
Di luar soal pelayan yang gonta-ganti, Aan menyebut tidak ada hal yang patut dicurigai. ”Selama buka warkop, biasa saja aktivitasnya. Sama sekali tidak ada hal yang mencurigakan,” paparnya.
Selain DG, menurut Aan –sapaan akrab Anshori– juga ada laki-laki lain di warkop tersebut. Namanya An yang oleh DG disebut sebagai penjaga warkop.
Dari tempat yang sama pula diamankan lima terduga pelaku. Mereka diringkus dari dua lokasi. Yakni, warkop WP GON di Gempol dan wisma pelacuran di Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kelimanya kini ditahan di Mapolda Jatim. Mereka adalah Dimas Galih Pratikno (DG), 29, warga Porong, Sidoarjo; Rose Nur Afni (RS), 30, warga Jakarta Barat; Adi, 42, warga Jakarta Barat; Cahyo Eko Andriyono, 26, warga Pasuruan; dan Agus Supriyanto, 31, warga Nganjuk.
Adi, Cahyo, dan Agus membantu memasarkan atau mencari pelanggan untuk para korban. Sementara itu, Dimas dan Rose adalah pasangan kumpul kebo yang berperan sebagai germo atau mucikari.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto membenarkan pengungkapan kasus tersebut. ”Kasus terungkap setelah ada informasi dari masyarakat bahwa ada anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai PSK di salah satu ruko Gempol, Kecamatan Gempol, Pasuruan,” ujarnya kemarin.
Hendra menjelaskan, begitu menerima informasi itu, tim Subdit Renakta mendatangi ruko Gempol City Walk pada Senin lalu sekitar pukul 15.00. Dari dalam ruko, polisi menemukan delapan perempuan yang diduga disekap. Tiga di antaranya masih di bawah umur. Polisi juga mengamankan seorang penjaga ruko.
”Selain dipekerjakan di warkop, delapan perempuan itu dijual sebagai PSK dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu,” jelasnya.
Parahnya, para korban tidak boleh keluar dari ruko dan ponsel mereka disita. Mereka baru boleh keluar bila melayani tamu sebagai PSK di Pesanggrahan, Tretes, Pasuruan.
Atas dasar tersebut, polisi mengembangkan penyelidikan kasus dan menuju ke Perumahan Pesanggrahan Anggrek II Blok B VIII dan Blok B X, Prigen, Pasuruan.
Di sana polisi mengamankan Dimas Galih Pratikno dan Rose Nur Afni beserta 11 perempuan. Satu orang perempuan di antaranya merupakan anak di bawah umur. Dari hasil pemeriksaan, 19 perempuan yang diamankan diduga dipekerjakan oleh Dimas dan Rose Nur sebagai PSK.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
