
WISATA: Terus bergejolaknya Merapi membuat pelaku usaha di lereng merapi, khususnya Kabupaten Sleman gigit jari. Pasalnya mereka mengaku sepi pascaerupsi kembali aktif.
JawaPos.com – Terus bergejolaknya gunung merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memberikan dampak serius bagi pelaku wisata di lereng merapi, Kabupaten Sleman. Pasalnya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, para wisatawan memilih menjauh dari Merapi lantaran masih berstatus waspada.
Beberapa dari mereka mengaku khawatir pengunjung akan menurun terutama saat masa libur lebaran nanti. Salah satunya, Susi Murniyati, 36, warga Kaliurang Timur, Pakem, Sleman. Ia mengaku sudah menyiapkan modal belanja bahan dagangan untuk menghadapi masa libur panjang mendatang. "Penginnya dapat penghasilan yang lumayan saat libur lebaran nanti," katanya, Jumat (1/6).
Susi yang kerap membuat ampyang, jadah dan tempe di kawasan Kaliurang itu juga mengatakan, peristiwa letusan Merapi sejak Mei lalu memang cukup berdampak bagi kunjungan. Meski demikian, dirinya tetap membuka dagangan dan berharap ada wisatawan yang mampir.
"Sepi, tapi tetap ada. Jeep juga tetap ada yang jalan. Kemarin beberapa bus dari luar kota sempat datang berkunjung," kata dia.
Lanjut dia, Merapi saat ini sifatnya sudah berubah dibanding letusan tahun-tahun sebelumnya. Semisal pada 2010 lalu, pihak instansi terkait memberikan peringatan akan segera meletus. Namun kali ini, berulang kali membuat panik aktivitasnya. Sementara tidak ada anjuran mengungsi.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Muhammad Saptari, 42, warga Kecamatan Blabak, Kabupaten Magelang, mengatakan, memang letusan pada Jumat (1/6) sudah diketahuinya. "Tapi karena anak yang ngajak ke sini, penasaran juga datang," ucapnya.
Sampai di Kaliurang, ternyata beberapa wisata sepi dan tutup. Ia pun memilih untuk pulang dibanding berkeliling ke lokasi-lokasi lain. "Mau pulang saja, istirahat," ucapnya.
Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut, objek wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di luar radius 3 kilometer pada Kamis (31/5) lalu sempat dibuka.
Namun, Jumat (1/6) kembali ditutup karena Merapi mengalami letusan. Objek wisata itu di antaranya Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo di Kaliurang. Panguk dan Plunyon di Cangkringan. Kemudian Klangon di Glagaharjo, Deles di Kemalang, Klaten, serta Jurangrejo di Srumbung, Magelang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
