Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 November 2022 | 02.35 WIB

Otopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Terkendala Kondisi Jenazah

Stadion GBT. Dok. JawaPos - Image

Stadion GBT. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Sejumlah kendala dihadapi petugas ekshumasi atau otopsi korban tragedi Kanjuruhan. Hal itu diceritakan Kepala Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jatim Nabil Bahasuan.

Menurut Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya itu, muncul sejumlah kendala selama otopsi. Pertama, kontur tanah yang keras sehingga menyulitkan penggalian. Lalu, kondisi jenazah yang mulai mengalami proses pembusukan.

”Karena sudah lebih dari satu bulan ya,” kata Nabil Bahasuan.

Dia memastikan, tim dokter akan melakukan uji laboratorium sampel organ tubuh jenazah. Namun, dia tidak merinci sampel yang akan diteliti. Dia hanya mengatakan, laboratorium yang dipilih juga independen. Dalam artian tidak berhubungan dengan pihak terkait untuk menjaga kredibilitas hasil akhir.

Dua dari tiga korban yang diotopsi adalah putri Devi Athok Yulfitri, 43. Menurut pantauan tim JawaPos, Devi tampak berteriak histeris tidak lama setelah masuk ke tenda di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Di dalam tenda yang tertutup kain biru itu kedua putrinya Natasya Debi Ramadani, 16; dan Naila Debi Anggraini, 14, korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan.

”Anakku mati, Yah. Anakku mati. Anakku diracun,” teriak Devi sembari menangis.

Beberapa suporter Arema membopongnya keluar tenda dan bergantian menenangkan. Salah satunya adalah Anto Baret, suporter senior.

Iling Dev, iling. Iki perjuangan. Koen gak ijen. Kabeh Aremania nang mburimu (Ingat Dev, ingat. Ini perjuangan. Kamu tidak sendiri. Semua Suporter Arema di belakangmu,” kata Anto Baret.

Namun ungkapan itu tak juga menenangkan Devi, dia makin kencang berteriak. Devi lalu pingsan tak sadarkan diri.

Lokasi pemakaman itu sudah ramai didatangi orang sejak pukul 07.00. Akses jalannya dijaga ketat polisi. Belasan petugas medis terlihat memasuki tenda satu jam kemudian untuk persiapan ekshumasi sebagai rangkaian awal proses otopsi. Devi yang tiba pukul 09.00 didampingi tim pengacara dan Suporter Arema menyusul masuk ke dalam tenda.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore