
Stadion GBT. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Sejumlah kendala dihadapi petugas ekshumasi atau otopsi korban tragedi Kanjuruhan. Hal itu diceritakan Kepala Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jatim Nabil Bahasuan.
Menurut Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya itu, muncul sejumlah kendala selama otopsi. Pertama, kontur tanah yang keras sehingga menyulitkan penggalian. Lalu, kondisi jenazah yang mulai mengalami proses pembusukan.
”Karena sudah lebih dari satu bulan ya,” kata Nabil Bahasuan.
Dia memastikan, tim dokter akan melakukan uji laboratorium sampel organ tubuh jenazah. Namun, dia tidak merinci sampel yang akan diteliti. Dia hanya mengatakan, laboratorium yang dipilih juga independen. Dalam artian tidak berhubungan dengan pihak terkait untuk menjaga kredibilitas hasil akhir.
Dua dari tiga korban yang diotopsi adalah putri Devi Athok Yulfitri, 43. Menurut pantauan tim JawaPos, Devi tampak berteriak histeris tidak lama setelah masuk ke tenda di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Di dalam tenda yang tertutup kain biru itu kedua putrinya Natasya Debi Ramadani, 16; dan Naila Debi Anggraini, 14, korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan.
”Anakku mati, Yah. Anakku mati. Anakku diracun,” teriak Devi sembari menangis.
Beberapa suporter Arema membopongnya keluar tenda dan bergantian menenangkan. Salah satunya adalah Anto Baret, suporter senior.
”Iling Dev, iling. Iki perjuangan. Koen gak ijen. Kabeh Aremania nang mburimu (Ingat Dev, ingat. Ini perjuangan. Kamu tidak sendiri. Semua Suporter Arema di belakangmu,” kata Anto Baret.
Namun ungkapan itu tak juga menenangkan Devi, dia makin kencang berteriak. Devi lalu pingsan tak sadarkan diri.
Lokasi pemakaman itu sudah ramai didatangi orang sejak pukul 07.00. Akses jalannya dijaga ketat polisi. Belasan petugas medis terlihat memasuki tenda satu jam kemudian untuk persiapan ekshumasi sebagai rangkaian awal proses otopsi. Devi yang tiba pukul 09.00 didampingi tim pengacara dan Suporter Arema menyusul masuk ke dalam tenda.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
