
Penjaga Situs Petilasan, Warsiti, 65, tengah menunjukkan Pohon Akar Raga Sakti yang berlokasi di Situs Kramat Petilasan Cimandung, Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/4).
JawaPos.com - Akarnya berlipat-lipat melilit menjulang tinggi merambat dan menggantung ke pohon-pohon sekitarnya. Konon, pohon yang dikenal sebagai Pohon Akar Raga Sakti itu, oleh masyarakat Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, berkhasiat mendatangkan keselamatan.
Berlokasi di Situs Petilasan Kramat Cimandung, Pohon Akar Raga Sakti terlihat angker karena tidak seperti pohon biasanya yang tumbuh tegak lurus. Salah satu pohon Akar Raga Sakti berada di depan gerbang Petilasan Cimandung.
Pohon Akar Raga Sakti, menurut penjaga Situs Petilasan Cimandung, Warsiti, 65, menuturkan, pohon akar itu sudah berusia ratusan tahun. Sejak kecil, Pohon Akar Raga Sakti bentuknya tidak pernah berubah. Bahkan, banyak yang memanfaatkan untuk pengais keselamatan.
"Akarnya bisa mendatangkan keselamatan untuk menangkal marabahaya. Kalau ada orang yang mau jahat, dengan akar pohon itu nggak akan bisa," ungkapnya kepada JawaPos.com, Minggu (1/4).
Akan tetapi, Warsiti menyarankan, bagi orang yang memanfaatkan Pohon Akar Raga Sakti itu harus suci lebih dulu. Dengan kata lain, harus berziarah dan berdoa kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan pertolongan.
Menurutnya, Pohon Akar Raga Sakti hanya sebagai perantara saja. Sehingga para peziarah hendaknya meminta pertolongan kepada yang mahakuasa, bukan melalui pohon tersebut.
"Tergantung niatnya. Kalau niatnya baik untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta meminta pertolongan kepadanya, pohon Akar itu akan berfungsi. Orang yang berniat jahat, akan melihat sesuatu, umumnya seperti melihat ular," tutur Warsiti.
Warsiti menceritakan, bahwa banyak peziarah yang datang Situs Petilasan Cimandung. Siang hingga malam, pasti ada saja orang yang datang ke tempat tersebut. Bahkan, banyak tokoh seperti calon bupati dan calon kuwu (kepala desa), pengusaha sering berkunjung ke Situs Petilasan Cimandung.
"Kalau orang mau jadi Kuwu atau mau jadi bupati, biasanya ke sini dulu," ungkapnya.
Situs Petilasan Cimandung merupakan salah satu tempat wisata religi di Cirebon. Diceritakan, Petilasan Cimandung merupakan napak tilas dari leluhur Cirebon, Mbah Kuwu Sangkan.
Banyak peziarah dari berbagai daerah datang ke Petilasan Cimandung. Umumnya mereka berziarah menelusuri jejak-jejak petilasan leluhur Mbah Kuwu Sangkan. Tidak sedikit juga yang datang ke Petilasan Cimandung untuk berdoa dengan maksud mendapatkan berkah.
Hal serupa disampaikan penjaga situs lainnya, Kusna, 65, mengatakan bahwa Pohon Akar Raga Sakti pun banyak tumbuh di dalam hutan dan gunung dekat Situs Cimandung. Disebutkan, di dalam hutan terdapat sembilan mata air dan empat buah batu besar yang disakralkan.
"Saya sudah 33 tahun menjadi penjaga situs ini, yang berziarah banyak. Seperti Banten dan Jakarta. Banyak juga dari luar negeri, seperti dari Brunei, Malaysia. Kemarin ada dari Jepang, dia mualaf," katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
