Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2024 | 17.57 WIB

Dinkes Sulsel Catat 963 KPPS Sakit dan 2 Meninggal selama Pemilu 2024

Ilustrasi pencoblosan hari H Pemilu 2024 di TPS. - Image

Ilustrasi pencoblosan hari H Pemilu 2024 di TPS.

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat 963 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengalami sakit dan dirawat di puskesmas maupun rumah sakit selama masa tahap pemilu hingga masa pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024.

”Data sementara yang masuk, ada 963 orang KPPS yang sakit dirawat di puskesmas dan rumah sakit selama tahap pemilu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Selain KPPS, terdapat pula 98 orang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten/kota, 185 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 31 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah mendapatkan perawatan kesehatan selama masa tahap pemilu.

Selanjutnya, Petugas Linmas 144 orang, aparat keamanan 64 personel, saksi 145 orang dan pemilih 754 orang. Data Dinkes Sulsel untuk angka kesakitan dan kematian pada masa tahap Pemilu hingga hari pencoblosan per Kamis (15/2), tercatat dirawat di rumah sakit 31 orang dan di puskesmas 2.350 orang.

Sebaran tersebut tersebar pada 24 kabupaten/kota se Sulsel. Untuk diagnosis penyakit terbanyak yaitu sakit kepala, hipertensi, demam, dan maag.

Meskipun masa pemungutan dan penghitungan masih sementara berlangsung, kata Ishaq, pihaknya terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan mitigasi-mitigasi risiko. Selain itu, berkolaborasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak inginkan.

”Kita pantau terus ini, semoga bisa diantisipasi dan di mitigasi risiko-risiko dengan kolaborasi seluruh stakeholder terkait. Untuk itu harus tetap jaga pola makan dan istirahat yang cukup serta melakukan peregangan,” papar Ishaq Iskandar.

Sebelumnya, dua anggota KPPS Pemilu 2024 masing-masing Wiliam Tandi Paelongan, 24, dan Daliyah Salsabila, 24, dinyatakan meninggal dunia diduga kelelahan usai menyebarkan undangan pemilih untuk menyalurkan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore