
Kondisi genangan banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga hari ini (12/2/2024) belum juga surut. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
JawaPos.com – Persoalan banjir yang masih awet di Kabupaten Demak sepekan ini, membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus gerak cepat dalam mengambil langkah penyelesaiannya.
Dilansir dari Antara, pada Kamis (15/2), langkah yang akan diambil BNPB diantaranya adalah perbaikan tanggul sungai dan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Perbaikan tanggul dan TMC menjadi sangat penting demi mengatasi banjir yang sepekan ini telah menggenangi sawah, sarana umum, pemukiman, hingga mengakibatkan 21 ribu warga mengungsi,” kata Kepala BNPB Suharyanto.
Suharyanto menyebut langkah tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) dan instansi terkait lain.
Diketahui, saat ini tengah dilakukan persiapan skema pelaksanaan TMC dengan cara penyemaian garam ke awan penghujan di kawasan terdampak banjir di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis BNPB, upaya tersebut dinilai akan cukup efektif untuk mereduksi intensitas hujan yang saat ini sedang tinggi sebanyak 30-40 persen.
Lebih lanjut, Suharyanto menyebut, ketika curah hujan dapat terkendali, maka percepatan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol akan segera dimaksimalkan, hingga genangan air bisa cepat dikeringkan dengan cara pompanisasi.
Baca Juga: Banjir Demak Meluas hingga Mijen-Welahan Jepara, Jalur Alternatif Macet Parah, Begini Kondisinya!
Dalam melakukan langkah ini, menurut Suharyanto, BNPB dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Untuk diketahui, penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Demak ini adalah karena jebolnya tanggul - tanggul beberapa sungai, pada Senin (5/2). Sehingga, tidak ada yang bisa menahan arus air untuk masuk ke kawasan warga.
Selain membuat rumah penduduk terendam, banjir juga membuat akses jalan raya Demak-Kudus terputis setidaknya hingga 12 Februari. Tak hanya itu, lahan pertanian milik warga dengan total luas 2.965 hektare pin turun terendam.
“Pengerjaan difokuskan salah satunya adalah tanggul tersier di Desa Ngemplik Wetan, Karanganyar. Setelah tanggul ditutup maka genangan air akan disedot dengan pompa kembali ke sungai,” katanya.
Terlepas dari bencana banjir yang menimpa wilayah kerjanya itu, Suharyanto memastikan pemerintah menjamin seluruh kebutuhan pokok mulai dari makanan, sandang, dan obat-obatan, untuk para korban banjir yang saat ini menempati tenda pengungsian di 59 titik.
Diketahui, untuk memaksimalkan operasi darurat bencana banjir tersebut, BNPB pun telah menganggarkan dana bantuan siap pakai total senilai Rp1,150 miliar kepada pemerintah daerah dan TNI/Polri setempat.
***

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
