Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 22.42 WIB

Aktivitas Truk Pasir Diduga Jadi Penyebab Jalan Desa Rusak, Ratusan Warga Margourip di Ngancar Kediri Lakukan Aksi Demo

 

Warga membentangkan puluhan poster dan banner penolakan truk bertonase besar (Foto: ASAD MS/JPRK)

 

 
JawaPos.com - Ratusan warga Margourip, Kecamatan Ngancar, Kediri kembali melakukan aksi demo di depan kantor Balai Desa Margourip.
 
Melansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Kamis (8/2), aksi demo yang dilakukan warga tersebut dilakukan pada pukul 10.00 WIB sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas truk pasir yang diduga membuat jalan di desa mereka rusak.
 
Diketahui bahwa warga kembali turun ke jalan setelah mereka mendengar ada rencana demo tandingan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama para sopir truk.
 
Dari informasi yang diterima warga, LSM bersama para sopir disebut-sebut akan membawa 10 karung ular dalam aksi demonya. Di mana kabar tersebut langsung membuat warga geram dan kembali melakukan demo.
 
"Sebenarnya beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara pihak terkait. Tetapi kemarin warga menerima pemberitahuan bahwa para sopir akan melakukan aksi. Warga merasa geram dan langsung melakukan aksi reaksi," terang Luka Fardani, kuasa hukum warga Desa Margourip, Ngancar.
 
Aksi demo tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap kerusakan jalan di Desa Margourip.
 
 
Mereka menuding kerusakan tersebut terjadi akibat banyaknya lalu lalang truk dengan tonase berlebih yang lewat di sana setiap hari.
 
Selain itu, warga juga mengeluhkan banyaknya debu dari pasir yang menggangu aktivitas warga.
 
"Hampir 15 tahun dan kami tetap sabar, tapi kelihatannya jalan kami makin rusak dan kami harus mengambil sikap," tegas Bani, 50, salah satu warga yang kemarin ikut melakukan demo.
 
Selain keluhan-keluhan tersebut, warga menyebutkan bahwa di sana juga ada salah satu warga yang pernah menjadi korban tabrak lari pengemudi truk pada 20 November 2023 lalu.
 
Warga tersebut bernama Warsito, berasal dari Dusun Kaligedok, Desa Margourip yang meninggal akibat tertabrak truk pasir. Namun sang sopir ternyata memilih kabur dan tidak mau bertanggung jawab.
 
Menurut warga lainnya, Sutikno, 52, kasus tabrak lari tersebut juga sudah dilaporkan ke kepolisian.
 
Dari beberapa kasus itu lah menurut Sutikno, warga setempat melarang truk dengan tonase besar melewati jalan di desa Margourip.
 
 
"Sebenarnya warga desa itu enak. Mau diajak mediasi. Tapi cara masuknya sana salah. menuliskan akan membawa 10 karung ular, jadi ya warga geram," sambung Danan Prabandaru, kuasa hukum lainnya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Margourip Riyadi menyatakan setuju terhadap aksi demo yang dilakukan oleh warganya. Menurutnya, aksi demontrasi tersebut merupakan aspirasi murni dari masyarakat.
 
"Karena (penolakan truk bertonase besar, Red) itu permintaaan warga kami, jadi kami menyetujui. Ini suara murni dari masyarakat," terangnya.
 
Namun, hingga warga membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB, LSM dan perwakilan sopir truk belum juga datang ke Desa Margourip untuk melakukan demo tandingan.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore