Ilustrasi beberapa sepeda motor di jalan.
JawaPos.com – Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) yang akan menjadi salah satu akses utama ke Bandara Dhoho Kediri belum juga dimulai pembangunannya.
Padahal, proyek fisik jalan tol ini seharusnya sudah dimulai awal Februari 2024 atau bulan ini.
Namun sampai kemarin, informasi lebih lanjut mengatakan belum ada tanda-tanda proyek pembangunan senilai Rp 10,26 triliun itu dimulai.
Dilansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Kamis (8/2), setelah berhasil memenangkan lelang pada pertengahan November 2023 lalu, perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ditandatangani pada kuartal ketiga 2023 atau paling lambat akhir tahun lalu.
Setelah itu, masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Yaitu, pendanaan, perencanaan teknik, baru kemudian realisasi fisik.
Sampai saat ini, beberapa tahapan pasca lelang belum selesai hingga awal Februari ini. Akibatnya, pembangunan tol, khususnya ruas ke Bandara Dhoho belum juga dimulai. Akses tol ke bandar udara akan dimulai dari perempatan Bolawen ke Kelurahan Semampir, Kota Kediri.
Sukadi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri yang ditanya tentang dimulainya pembangunan jalan tol mengatakan hingga kemarin masih belum ada tanggal yang pasti.
“Masih belum ada jadwal yang pasti kapan tol (ruas bandara, Red) akan dibangun,” ungkapnya.
Baca Juga: Hendak Menyeberang, Kepala Dusun Kayenkidul Kediri Tersambar KA Rapih Dhoho hingga Alami Luka Serius
Padahal, lahan yang terkena dampak Tol Ki Agung sudah dikosongkan sejak akhir Desember lalu.
Termasuk 180 Kartu Keluarga di sepanjang Jl PB Sudirman yang akan menjadi rute utama tol ke bandara Dhoho di Kediri.
Belum diketahui kapan pembangunan tol dimulai, tapi tol itu harus siap pada November sebagai akses untuk menuju ke bandara.
Kalau pembangunan proyek telat dimulai, kemungkinan besar, penyelesaian proyeknya juga akan lebih lama.
“Semoga segera dibangun dan bisa digunakan,” ujar Sukadi tentang jembatan dekat bandara yang juga akan menjadi akses tol dan sudah mulai dibangun.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
