
Kendaraan melintasi JLS kawasan Trenggalek. (zaki jazai/radar trenggalek)
JawaPos.com - Seperti yang terjadi di Tulungagung, penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek agaknya tak berjalan sesuai yang diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
Sebab, sejumlah pedagang itu sebagiannya diketahui membuka lapak di lahan milik Perhutani. Karena itulah, keberadaan para PKL di lahan perhutani itu menjadi sulit untuk ditertibkan.
Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (PPK) Trenggalek, Habib Solehudin, menyatakan bahwa pihaknya tidak berwenang menertibkan PKL yang berada di wilayah Perhutani.
“Tetapi kalau yang di sisi luar jalan ini bukan kewenangan satpol PPK, karena yang punya asetnya adalah Perhutani,” ungkapnya, seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup), pada Rabu (7/2).
Selain itu, para PKL tersebut tidak serta merta berjualan disana, tetapi telah memiliki perjanjian resmi juga dengan Perhutani. Hal itulah yang akhirnya membuat satpol PPK harus berkoordinasi lagi dengan pihak terkait.
“Ada PKL yang mengaku telah memiliki perjanjian dengan pihak Perhutani,” ungkap Habib.
Lebih lanjut, Habib juga menegaskan bahwa dirinya siap untuk membantu pihak Perhutani dalam hal sosialisasi dan penertiban pedagang di JLS Trenggalek itu.
Begitu juga dengan stakeholder terkait lainnya, Habib menyebut dirinya akan siap membantu. Ia berharap dengan koordinasi yang baik ini, penertiban PKL di JLS bisa efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Hiperrealitas Politik
“Kalau Perhutani memang perlu bantuan untuk penertiban, maka kami siap membantu,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Habib juga menambahkan bahwa, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para PKL yang beroperasi di bahu jalan JLS.
Untuk diketahui, sosialisasi itu dilakukan sejak 28 Januari lalu. Hal itu dilakukan sesuai dengan arahan bupati Trenggalek pada akhir 2023, terkait perlunya ada penertiban PKL di JLS Trenggalek.
Instruksi penertiban PKL di JLS Trenggalek dari Bupati Trenggalek itu, dilakukan dengan tujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan tersebut.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
