Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Oktober 2022 | 14.29 WIB

Siswa di Bali Mulai Gunakan Kacamata Virtual Reality untuk Belajar

Pembelajaran menggunakan kacamata virtual reality (VR) di SMAN 4 Denpasar. Ni Putu Putri Muliantari/Antara - Image

Pembelajaran menggunakan kacamata virtual reality (VR) di SMAN 4 Denpasar. Ni Putu Putri Muliantari/Antara

JawaPos.com–Siswa SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, mulai menggunakan teknologi kacamata virtual reality (VR) untuk proses pembelajaran. Sebelumnya, sekolah mendapat fasilitas tersebut dari Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Kominfo.

”Diawali dengan pelatihan-pelatihan, kebetulan penerapan teknologi diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Jadi dari kementerian memanggil lima orang guru, setelah proses berlangsung dari sekian sekolah kita yang dikunjungi bersama SMKN 1 Denpasar dan diberikan hadiah kacamata,” kata Kepala SMAN 4 Denpasar I Made Sudana seperti dilansir dari Antara.

Sudana mengungkapkan rasa senang atas pemberian teknologi imersif tersebut. Sebagai salah satu sekolah penggerak di Bali, dia menyatakan pentingnya untuk mengikuti perkembangan teknologi pada proses pembelajaran.

”Kalau kita tidak mengikuti perkembangannya, kita akan digilas teknologi. Kalau misalnya laptop, itu sudah dari zaman Kurikulum 13 sudah kita terapkan, ditambah SMAN 4 Denpasar ini sekolah penggerak, di sana menekankan sekolah penggerak jadi katalisator untuk sekolah lain, dengan dasarnya teknologi,” terang I Made Sudana.

Saat ini, salah satu sekolah favorit di Kota Denpasar itu telah mengantongi 10 buah kacamata virtual reality, yang digunakan secara bergilir untuk seluruh siswa, dengan metode belajar berkelompok.

Guru mata pelajaran fisika SMAN 4 Denpasar Dewa Made Yuda Andika yang sekaligus mengomandoi penggunaan kacamata virtual reality mengaku tak kesulitan dengan hal itu. Siswa dalam satu kelas akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Secara bergilir mereka akan merasakan lingkungan tidak nyata dalam kacamata VR yang dihubungkan dengan telepon pintar berbasis android milik masing-masing.

”Terkait kendala tidak terlalu, karena itu digunakan dengan mobile base (berbasis seluler). Kita bisa menggunakan smartphone anak-anak, karena kalau kita perhatikan sudah sebagian besar memiliki smartphone berbasis ndroid,” tutur Yuda.

Untuk penggunaannya, dia menjelaskan, kacamata virtual reality terhubung dengan aplikasi Millea Lab. Dalam aplikasi tersebut terdapat pilihan masuk sebagai pembuat yang dapat diakses guru menggunakan laptop dan pengguna yang dapat diakses siswa menggunakan telepon pintar, yang kemudian dipasang di depan kacamata VR.

”Dengan VR kita menghadirkan lingkungan virtual di mana anak-anak masuk ke dalam. Kita buat lingkungan misalnya luar angkasa, kita buat mereka seolah-olah masuk ke luar angkasa,” ujar Yuda menjelaskan isi kacamata tersebut.

Yuda menyampaikan, teknologi itu dapat digunakan untuk seluruh mata pelajaran yang memungkinkan dibuatkan adegan dalam layar virtual.

Sejauh ini, lima guru SMAN 4 Denpasar yang ditunjuk dalam pelatihan Kementerian Kominfo itu telah membuat masing-masing satu buah adegan pembelajaran untuk siswa. Jumlah yang tak banyak itu sebagai salah satu kendala, yaitu kesulitan para guru dalam membuat adegan meskipun terbantu teknologi Millea Lab.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore