
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pasar Baru Kertosono di Jalan Ronggo Warsito No. 14-8, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pasar Baru Kertosono di Halaman Pasar Baru Kertosono Jalan Ronggo Warsito No. 14-8, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Peresmian pasar yang memiliki luas 9.901 meter persegi dengan bangunan dua lantai seluas 11.153 meter persegi tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti dilanjutkan dengan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Pj Bupati Nganjuk, Plt Ketua DPRD Provinsi Jatim, dan Jajaran Forkopimda Nganjuk.
Pasar Baru Kertosono dibangun dengan anggaran Pemkab Nganjuk Rp 35,816 miliar dan Rp 15 miliar dari dana Bantuan Keuangan (BK) Pemprov Jatim. Bangunan dua lantai pasar baru Kertosono itu mampu menampung 1.032 los/kios.
Pasar ini mampu menampung 563 pedagang di lantai 1 dan 469 pedagang di lantai 2. Pasar tradisional di Kertosono itu akan menjadi satu-satunya pasar tradisional di Nganjuk yang menggunakan eskalator, sehingga bisa disebut mirip mal.
Gubernur Khofifah mengatakan, keberadaan pasar itu diharapkan bisa memberikan ruang pertemuan antara pedagang dan pembeli. Pasar itu juga memberikan kemudahan akses masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan.
”Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi juga bisa menambah pendapatan para pedagang di pasar ini. Pasar ini bisa menjadi bagian dari penguat perekonomian di Kabupaten Nganjuk,” kata Khofifah.
Pasar itu terbilang nyaman. Memiliki lahan parkir memadai, kios dan los yang nyaman bagi pedagang, instalasi pengolahan limbah, pos keamanan, fasilitas hidran, ruang pertemuan, musala, CCTV, serta akses internet gratis. Guna menambah kenyamanan pedagang serta pembeli, disiapkan juga fasilitas ruang laktasi, ruang permainan anak, kantor pengelola pasar, area bongkar muat barang, eskalator, serta food court.
Khofifah mengatakan, ke depan pasar ini masih memerlukan perbaikan dalam berbagai hal. Di antaranya terkait akses keluar masuk pasar maupun pengisian kios-kios yang masih kosong.
”Pedagang di lantai satu berharap ada akses langsung mengarah ke jalan raya. Mudah-mudahan bisa dilakukan sebelum Ramadan,” ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan zakat produktif dan sembako bagi 50 orang pedagang ultra mikro di sekitar Pasar Baru Kertosono. Dia juga memberikan sembako bagi tukang becak di sekitar pasar.
Sementara itu, Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko menyampaikan, Pasar Kertosono menjadi ikon baru Kabupaten Nganjuk. Dia berpesan kepada masyarakat dan pedagang untuk merawat dan menjaga pasar baru Kertosono. Sehingga, stigma pasar tradisional sebagai pasar yang kotor dapat dihilangkan.
”Kita berharap dengan dioperasikannya pasar ini membuat perekonomian rakyat berjalan baik, pedagang makin laris dan masyarakat makin sejahtera,” tutur Sri Handoko.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
