
JALAN TOL: Sejumlah fakta menarik di balik infrastruktur Tol Kediri-Tulungagung (Ilustrasi BPJT)
JawaPos.com – Jalan Tol Kediri-Tulungagung atau biasa disebut dengan Tol Ki Agung terletak di wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur. Tol ini menghubungkan Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung.
Jalan Tol Kediri-Tulungagung merupakan lanjutan dari Jalan Tol Kertosono-Kediri yang akan melintasi kawasan Bandara Dhoho di Banyakan, Kabupaten Kediri. Pembangunan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan serta menjadi akses jalan menuju Bandara Kediri.
Jalan Tol Kediri-Tulungagung akan direncanakan melewati Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Kediri, Jawa Timur.
Mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur, ketiga kabupaten/kota tersebut masuk dalam Wilayah Pengembangan (WP) Kediri dengan pusat kegiatan di Kota Kediri.
Ketiga kabupaten/kota tersebut direncanakan berfungsi sebagai daerah pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, pertambangan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, perikanan, dan industri.
Tol Kediri-Tulungagung akan terealisasi, namun realisasi pembangunannya masih tanda tanya. Sembari menunggu dimulainya pembangunan itu, masyarakat wajib tahu sejumlah fakta menarik pembangunan Tol-Kediri Tulungagung.
Anggaran Rp 10,256 Triliun
Proyek Tol Kediri-Tulungagung merupakan proyek KPBU atas prakarsa dari PT Gudang Garam. Proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger- Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Jalan Tol Kediri-Tulungagung akan membentang sepanjang 44,52 Km dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 10,256 triliun untuk 50 tahun masa konsesi.
Adapun lingkup proyek, yakni melakukan pendanaan pembebasan tanah, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan untuk keseluruhan ruas jalan.
Polemik Pembebasan Lahan
Makin gencarnya pembangunan infrastruktur makin banyak pula lahan yang bakal dimanfaatkan oleh pemerintah, baik itu lahan milik warga ataupun milik desa, bahkan milik negara sekalipun.
Jika lahan yang digunakan adalah milik warga untuk pembangunan proyek strategis bisa dipastikan pembebasannya pun akan tarik ulur. Ada yang tidak rela akan kepemilikan tanahnya hingga tak sesuai ekspektasi anggaran pembebasannya.
Tak terkecuali yang dialami oleh proyek pembangunan Tol Kediri-Tulungagung. Proyek ini sempat mendapatkan penolakan warga, sebab nilai appraisal tanah tak sesuai dengan ekspektasi warga.
Desa yang sempat mempertanyakan ganti rugi lahan itu di antaranya adalah Warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kelurahan Panggungrejo, dan Desa Simo.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
