Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 03.30 WIB

Pendukung Ganjar-Mahfud Bakal Naik Motor ke GBK untuk Ikut Kampanye Akbar

Pendukung pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dari Ciamis, Jawa Barat. (Istimewa) - Image

Pendukung pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dari Ciamis, Jawa Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Animo masyarakat yang mendukung pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kian hari semakin meningkat. Hal itu terlihat saat mereka kan bergerak menggunakan transportasi pribadi seperti motor dan mobil untuk menyukseskan Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di GBK pada Sabtu (3/2) mendatang. 

"Relawan dan masyarakat yang mendukung Ganjar-Mahfud banyak yang menyatakan inisiatifnya akan berangkat ke Jakarta dengan kendaraan pribadi. Ada yang pakai mobil, dan banyak juga yang pakai motor," kata Jurkamnas TPN Oktafiandi.

Dalam kesempatan itu, Oktafiandi juga mengecam pihak-pihak yang berupaya melakukan sabotase penyewaan bus untuk mengantar pendukung Ganjar-Mahfud hadir dalam kampanye akbar di GBK.

Ia juga mengatakan, kampanye akbar merupakan perintah negara dalam rangkaian pemilu, sehingga tidak boleh dihalangi oleh siapa pun.

"Ini perintah dan keputusan negara. Tak boleh ada pihak yang dengan sengaja menghalangi kehendak rakyat di satu sisi, dan keputusan negara di sisi lain," tuturnya.

Selain itu, Okatfiandi menjelaskan, keputusan Mahfud MD mundur dari Menko Polhukam sebagai upaya menghindari conflict of interest juga mendapat atensi positif dari masyarakat.

Pilihan Mahfud MD mundur dari Kabinet Jokowi juga dinilai sebagai bentuk kenegarawanan yang menjunjung nilai, moral, dan etika. Dia menambahkan, pengunduran diri Mahfud MD juga memberi edukasi politik kepada publik bahwa pejabat publik harus mementingkan kepentingan publik, bukan pribadi dan golongannya.

“Secara hukum, presiden, menteri, kepala daerah boleh tidak mundur. Tetapi, jika tidak mundur bisa mengganggu etika politik seiring dengan potensi terjadi penggunaan fasilitas publik dalam kampanye dan abuse of power,” paparnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore