
Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka. (Instagram mediabismania)
JawaPos.com – Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka dengan pengendara motor hingga tewas, di Jalan Raya Letjend Sutoyo, Waru, Sidoarjo.
Insiden penabrakan tersebut memakan korban seorang pengendara motor hingga tewas, yakni Sugeng Santoso, pria 37 tahun warga Dusun Karangpoh, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Sabtu (27/1).
Kemudian, sopir bus Yudi Andriawan, yang berusia 31 tahun akhirnya ditetapkan jadi tersangka. Ia merupakan warga Desa Kurahan, Kecamatan Ronggot, Kabupaten Nganjuk.
Namun di balik banyaknya insiden yang melibatkan Sugeng Rahayu, mereka telah berusaha merepresentasikan diri sebagai PO Bus yang baik melalui gambar Lumba-lumba di setiap armadanya.
Dilansir situs PO Sumber Group, gambar Lumba-lumba memiliki pengharapan bisa saling menolong manusia. Hal ini disampaikan oleh sang pemilik, Setyaki Sasongko, yang memiliki pengharapan yang lebih baik untuk masyarakat, maupun pelanggan setia.
Setyaki juga menganut filosofi ‘nama adalah doa’, karena perubahan nama dari Sumber Kencono menjadi Sugeng Rahayu sendiri apabila diartikan dalam Bahasa Jawa berarti ‘Selamat-selamat’, ‘Sejahtear’ atau ‘Jauh dari Musibah’.
Selain itu, simbol bus atau livery gambar lumba-lumba, menjelaskan bahwa lumba-lumba itu mempunyai sifat seperti manusia, yang suka tolong menolong, ramah dan mempunyai rasa setia kawan yang tinggi.
Selain itu sang pemilik juga memberi motto ‘Tetap Setia Melayani’ pada perusahaan yang telah berdiri sejak 1981 itu. Diharapkan dengan menggunakan logo lumba-lumba dan motto itu, dapat merubah image dari Sumber Group menjadi lebih baik lagi.
Sumber Group juga melayani paket wisata wali songo, ziarah makam, study tour dan lainnya dengan armada reguler yang dipakai.
PERAN BUS MANIA TERHADAP KESUKSESAN SUGENG RAHAYU
Dilansir Mojok, suksesnya Sugeng Rahayu menjadi primadona dalam dunia transportasi tak lepas dari peran Bus Mania. Unggahan mereka di media sosial terutama Instagram, Facebook dan Youtube menjadi media promosi gratis bagi Sugeng Rahayu.
Puncaknya adalah ketika kata-kata “om telolet om!” menjadi viral. Para pecinta bus Sugeng Rahayu ini menyebut diri mereka SG Lovers atau Sumber Group Lovers. Tak heran, stiker-stiker mereka sering tertempel di beberapa bagian bus Sugeng Rahayu.
Hebatnya, para SG Lovers tidak dibayar untuk mengunggah hal-hal baik mengenai Sumber Group, mereka mempunyai cara sendiri untuk mendapatkan uang, yakni dengan adsense youtube atau menjual merchandise seperti miniatur bus dan kaos melalui Instagram yang akhirnya membuka lapangan kerja baru.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
