
Percepat pembangunan wisata desa di Kabupaten Mojokerto, pemkab kucurkan dana Rp 16 miliar.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali mencairkan dana sebesar Rp 16,6 miliar untuk pengembangan infrastruktur wisata desa tahun ini. Selain melakukan perluasan ruang terbuka hijau, sekaligus pemenuhan ruang bermain anak di tiap kecamatan.
Dilansir dari Radar Mojokerto pada Senin (29/1), Kepala Bidang Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto Yurdiansyah mengatakan, pembangunan dari desa sebagai pemerataan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah tahun ini. Kucuran dana desa yang cukup besar capai Rp 71,26 miliar.
”Dari Rp 71,26 miliar desa yang disalurkan ke 146 desa, Rp 16,6 miliar di antaranya difokuskan untuk infrastruktur wisata desa,” ujar Yurdiansyah.
Ada dua fokus dalam infrastruktur wisata desa. Salah satunya dengan perluasan ruang terbuka hijau anyar. Dengan ploting Rp 10 miliar, ruang bermain anak ini bakal dibangun di dua desa. Masing-masing Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo; dan Desa Sedati, Kecamatan Ngoro.
Dengan realisasi RTH, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bakal mempunyai destinasi wisata anyar semakin banyak yang menjadi keterwakilan ruang bermain anak di setiap kecamatan. Di antaranya ruang terbuka hijau Sidorejo Surya Park di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis; ruang terbuka hijau Mojo Kendi Patirtan di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar; ruang terbuka hijau Wisata Gelang Puri di Desa/Kecamatan Puri; ruang terbuka hijau Kentongan Park di Desa Belahan tengah, Kecamatan Mojosari.
Tak hanya itu, Pemerintah Daerah juga tengah membangun ruang terbuka hijau di Desa/Kecamatan Sooko, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi; dan di Desa Gedeg/Kecamatan Gedeg.
”Untuk wisata ruang terbuka hijau baru tahun ini ada 2 desa, di Desa Jatirejo dan Desa Sedati Ngoro masing-masing anggaran support dari dana desa senilai Rp 5 miliar,” tambah Yurdiansyah.
Selain ruang terbuka hijau pemerintah daerah juga tengah fokus melakukan pengembangan wisata di tujuh desa yang sudah ada melalui kucuran dana desa. Di antaranya wisata Desa Cinandong, Kecamatan Dawarblandong dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar; dan masing-masing digelontor Rp 1 miliar untuk wisata Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar; dan ruang terbuka hijau Desa Puri; serta ruang terbuka hijau Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis.
Lalu juga ada wisata Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi sebesar Rp 950 juta; wisata Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari sebesar Rp 500 juta; serta wisata Desa Belik, Kecamatan Trawas Rp 150 juta.
Melalui perluasan ruang terbuka hijau tiap tahun, menurut Yurdiansyah tak lain karena itu menjadi kebutuhan masyarakat. Termasuk pemenuhan ruang bermain anak. Sekaligus wujud komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan dimulai dari desa.
Sebagai tahap lanjutan pemerintah kabupaten juga melakukan pemetaan potensi desa yang tersebar di 18 kecamatan. Hal itu agar pembangunannya juga tepat sasaran. Itu lantaran tiap desa memiliki potensi berbeda. Satu desa dengan desa yang lain.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
