Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2024 | 15.42 WIB

Berada di JLS Banyuwangi, Pantai Plengkung Menjadi Surga Bagi Para Peselancar Dunia

Pantai Plengkung di JLS Banyuwangi. - Image

Pantai Plengkung di JLS Banyuwangi.

JawaPos.com – Seperti di wilayah-wilayah yang dilewati Jalur Lintas Selatan (JLS) lainnya, JLS Banyuwangi juga menyuguhkan panorama wisata bahari yang tak kalah indah. Bahkan, namanya sejak dulu telah dikenal bukan hanya oleh warga lokal tetapi juga mancanegara.

Wisata pantai di Banyuwangi yang telah mencuri perhatian dunia tersebut adalah Pantai Plengkung atau dikenal dengan sebutan G-Land bagi kalangan peselancar. Terletak di Taman Nasional Alas Purwo, wisata alam Pantai Plengkung ini sudah sejak lama terkenal dengan ombaknya yang tinggi dan besar.

Karena hal itu, salah satu pantai andalan kabupaten The Sunrise of Java ini menjadi sorotan wisatawan asing khususnya para peselancar. Termasuk dalam tujuh ombak terbaik di seluruh dunia, membuat Pantai Plengkung diakui sebagai salah satu spot surfing terbaik di Asia Tenggara.

Sudut teluk yang pas hingga mampu menciptakan ombak sempurna dengan ketinggian mencapai 4-8 meter dan panjang 2 km, membuat tak sedikit peselancar tingkat dunia merasa tergugah untuk menantang kekuatan ombaknya.

Dilansir Radar Madura (Jawa Pos Grup) pada Jumat (26/1), ombak di Pantai Plengkung ini dibagi menjadi tiga tingkatan. Diantaranya, ombak Kong Waves dengan tinggi mencapai 6-8 meter, ombak Speedis Waves dengan tinggi 5-6 meter, dan ombak Many Track Waves dengan tinggi 3-4 meter.

Tingkatan terakhir merupakan tingkatan ombak paling rendah ketinggiannya dan dianggap juga sebagai ombak yang lebih mudah ditaklukan daripada yang lainnya. Sehingga, sering digunakan oleh peselancar pemula untuk mengasah keterampilan mereka di Pantai Plengkung.

Pantai Plengkung ini diketahui sudah menjadi langganan lomba selancar internasional sejak lama. Beberapa event yang pernah dilaksanakan disini diantaranya, Quiksilver Pro Surfing Championship pada tahun 1995, 1996, dan 1997, serta Da Hui Pro Surfing World Championship seri III pada tahun 2003.

Untuk diketahui, puncak gelombang atau ombak yang ditawarkan oleh Pantai Plengkung biasanya terjadi antara kisaran bulan April hingga Agustus pada setiap tahunnya. Maka tak heran jika selain di Hawai dan Afrika Selatan, ombak sebesar ini hanya dapat ditemukan di Pantai Plengkung.

Selain dikenal karena ombaknya yang sudah seperti surganya para peselancar profesional dan bagi mereka yang ingin menguji kemampuan surfing, letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia dan berlokasi di timur Teluk Grajagan, menjadikan pantai ini sangat diminati.

Sehingga, tak heran jika wisata alam Pantai Plengkung ini lebih populer di kalangan wisatawan internasional daripada lokal, terutamanya para wisatawan yang berasal dari Amerika, Brasil, atau Australia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore