
Pantai Plengkung di JLS Banyuwangi.
JawaPos.com – Seperti di wilayah-wilayah yang dilewati Jalur Lintas Selatan (JLS) lainnya, JLS Banyuwangi juga menyuguhkan panorama wisata bahari yang tak kalah indah. Bahkan, namanya sejak dulu telah dikenal bukan hanya oleh warga lokal tetapi juga mancanegara.
Wisata pantai di Banyuwangi yang telah mencuri perhatian dunia tersebut adalah Pantai Plengkung atau dikenal dengan sebutan G-Land bagi kalangan peselancar. Terletak di Taman Nasional Alas Purwo, wisata alam Pantai Plengkung ini sudah sejak lama terkenal dengan ombaknya yang tinggi dan besar.
Karena hal itu, salah satu pantai andalan kabupaten The Sunrise of Java ini menjadi sorotan wisatawan asing khususnya para peselancar. Termasuk dalam tujuh ombak terbaik di seluruh dunia, membuat Pantai Plengkung diakui sebagai salah satu spot surfing terbaik di Asia Tenggara.
Sudut teluk yang pas hingga mampu menciptakan ombak sempurna dengan ketinggian mencapai 4-8 meter dan panjang 2 km, membuat tak sedikit peselancar tingkat dunia merasa tergugah untuk menantang kekuatan ombaknya.
Dilansir Radar Madura (Jawa Pos Grup) pada Jumat (26/1), ombak di Pantai Plengkung ini dibagi menjadi tiga tingkatan. Diantaranya, ombak Kong Waves dengan tinggi mencapai 6-8 meter, ombak Speedis Waves dengan tinggi 5-6 meter, dan ombak Many Track Waves dengan tinggi 3-4 meter.
Tingkatan terakhir merupakan tingkatan ombak paling rendah ketinggiannya dan dianggap juga sebagai ombak yang lebih mudah ditaklukan daripada yang lainnya. Sehingga, sering digunakan oleh peselancar pemula untuk mengasah keterampilan mereka di Pantai Plengkung.
Pantai Plengkung ini diketahui sudah menjadi langganan lomba selancar internasional sejak lama. Beberapa event yang pernah dilaksanakan disini diantaranya, Quiksilver Pro Surfing Championship pada tahun 1995, 1996, dan 1997, serta Da Hui Pro Surfing World Championship seri III pada tahun 2003.
Untuk diketahui, puncak gelombang atau ombak yang ditawarkan oleh Pantai Plengkung biasanya terjadi antara kisaran bulan April hingga Agustus pada setiap tahunnya. Maka tak heran jika selain di Hawai dan Afrika Selatan, ombak sebesar ini hanya dapat ditemukan di Pantai Plengkung.
Selain dikenal karena ombaknya yang sudah seperti surganya para peselancar profesional dan bagi mereka yang ingin menguji kemampuan surfing, letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia dan berlokasi di timur Teluk Grajagan, menjadikan pantai ini sangat diminati.
Sehingga, tak heran jika wisata alam Pantai Plengkung ini lebih populer di kalangan wisatawan internasional daripada lokal, terutamanya para wisatawan yang berasal dari Amerika, Brasil, atau Australia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
