JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur kemarin, Rabu (24/1) baru saja meresmikan angkutan umum rute Mojokerto-Batu.
Peresmian angkutan umum rute Mojokerto - Batu ini dimulai dengan beroperasinya enam armada minibus di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menjelaskan bahwa enam minibus Mitsubishi canter yang beroperasi via Pacet-Cangar ini berada di bawah naungan PT Bagong Dekaka Makmur atau PO Bagong.
Angkutan umum jalur Mojokerto - Batu yang baru launching ini beroperasi sejak pukul 05.00-16.00 WIB dengan melintasi sejumlah titik dari rute sepanjang 57 km.
Rute yang bakal dilewati yakni terminal Kertajaya Kota Mojokerto-Simpang tiga Pacing Bangsal-Pasar Dlanggu-Simpang Tiga Pesanggrahan Kutorejo-Bundaran Pacet-Sendi-Cangar, dan finis di Terminal Batu.
"Waktu tempuhnya sekitar 2 jam. Berlaku silang masing-masing tiga armada dari Mojokerto dan Batu. Untuk interval (waktu tunggu) antara satu armada dengan lain sekitar 1 jam," ungkapnya seperti dikutip dari Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Kamis (25/1).
Angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) ini tergolong dalam luxury class atau non ekonomi. Masing-masing armada berkapasitas 12 seats dengan dilengkapi fasilitas AC dan TV.
Sedangkan terkait tarif, penumpang akan dipatok dengan harga Rp 30 ribu untuk sekali jalan selama dua bulan masa promosi.
"Rp 30 ribu ini tarif promo sampai dua bulan kedepan. Setelahnya nanti (tarif) akan kita sesuaikan. Khusus hari ini, kita gratiskan," beber Nyono.
Sementara itu, untuk menjamin keselamatan penumpang saat melintasi jalur ekstrem, Nyono menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan SOP.
Demi mengantisipasi terjadinya rem blong, angkutan wajib berhenti sejenak di area parkir Pemandian Air Panas Cangar, Rest Area Sendi, dan Bundaran Pacet untuk mendinginkan sistem pengereman.
"Selain itu kami minta PO Bagong pilihkan driver bersertifikat yang memenuhi kriteria melintasi jalur ekstrem ini," ujar Kadishub Jatim.
Menurut Nyono, diresmikannya AKDP rute Mojokerto-Batu ini merupakan misi Pemprov untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat. Terutama pada sektor wisata yang dilalui rute sepanjang 57 km tersebut.
Hal itu sekaligus menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.
"Ketepatan waktu operasional jadi prioritas kami. Angkutan umum ditinggalkan masyarakat karena selama ini tidak tepat waktu. Jadi nanti masing-masing 3 unit menginap di terminal Mojokerto dan Batu supaya tidak ada antrean yang lama," tandas Nyono.