
SOSOK: Verawati, guru honorer di SD Inpres Kalo Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima yang dipecat gegara ijasah lulusan D2. (Istimewa)
JawaPos.com - Verawati, guru honorer di SD Inpres Kalo Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus rela menelan kenyataan pahit dari karirnya sebagai guru selama 18 tahun.
Verawati diketahui mendadak menerima surat pemecatan dari kepala sekolah tempatnya mengajar. Parahnya, surat tersebut dikirim hanya lewat pesan singkat WhatsApp, sehingga menimbulkan kesan pemecatan secara tidak hormat.
“Pesan WA dari kepsek saya terima Jumat kemarin saat mau berangkat mengajar,” kata Verawati, dikutip dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Minggu (21/1).
Adapun alasan pemecatan tersebut, kata Verawati, adalah karena ia hanya memiliki ijazah terakhir D2 atau lulusan diploma. Karenanya, Verawati langsung mendapat larangan datang ke sekolah untuk mengajar di hari tersebut.
"Tidak ada informasi awal, saya tiba-tiba saja dilarang mengajar di sekolah karena alasan ijazah D2,” lanjutnya.
Selain itu, Verawati juga diarahkan untuk pindah menjadi operator di UPT Dikpora Kecamatan Wera. Konon, tempat tersebut dinilai lebih pantas bagi Verawati yang hanya lulusan D2.
Merasa tak terima, Verawati lantas datang ke sekolah dan meminta penjelasan kepada kepala sekolah.
Namun, bukannya mendapat alasan yang pasti, kepala sekolah justru bersikukuh agar Verawati tetap berhenti mengajar. Ia mengaku menyayangkan sikap kepala sekolah yang seolah-olah menggugurkan pengabdiannya selama belasan tahun ini.
Lebih lanjut, Verawati masih berharap pihak sekolah kembali mempertimbangkan keputusan tersebut. Pasalnya, ternyata, Verawati saat ini tengah dalam masa menunggu gelar S1 atau Sarjana dari salah satu perguruan tinggi di Kota Bima.
“Bulan sembilan saya wisuda sarjana, saya harap keputusan itu ditarik, karena saya juga sudah mengabdi 18 tahun di sekolah ini,” pungkasnya.
Pernyataan Kepala Sekolah
Jahara Jainudin, Kepala SD Inpres Kalo Desa Pai, akhirnya buka suara setelah sadar bahwa perkara ini menjadi viral di sosial media.
Ia tak membantah bahwa telah mengirim surat pemecatan via WhatsApp. Kata dia, hal tersebut dilakukan karena Verawati sedang tidak berada di sekolah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
