
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. (Dok Pribadi)
JawaPos.com – Pengakuan guru honorer bernama Ijah yang memutuskan berhenti mengajar setelah 40 tahun mengabdi dan hanya menerima gaji terakhir Rp 414 ribu per bulan menjadi sorotan publik. Video yang memperlihatkan Ijah membuka amplop berisi gaji terakhirnya pada Juni 2026 mengungkap realitas pahit persoalan kesejahteraan guru honorer di Indonesia.
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menilai kasus yang dialami Ijah bukanlah kejadian yang mengejutkan. Menurutnya, kondisi tersebut justru mencerminkan realitas pahit yang selama ini dialami banyak guru honorer dan guru non-ASN di berbagai daerah.
"Fakta menunjukkan gaji guru honorer, guru non-ASN termasuk PPPK paruh waktu itu memang rata-rata sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. Bahkan banyak yang kami temukan justru di bawah Rp 500 ribu," kata Satriwan kepada JawaPos.com, Jumat (26/6).
P2G menemukan sejumlah guru PPPK paruh waktu menerima gaji sangat rendah, mulai dari Rp 200 ribu, Rp. 300 ribu, hingga Rp 139 ribu di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Bahkan, menurutnya, terdapat guru yang hanya memperoleh Rp 50 ribu per bulan di Kabupaten Sumedang.
"Kami dari P2G tidak kaget. Inilah realitas pahit kesejahteraan guru honorer atau guru non-ASN termasuk PPPK paruh waktu yang selama ini kami advokasi kepada pemerintah," ucapnya.
Satriwan menilai kondisi tersebut ironis di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional pada 2026 yang mencapai Rp 769 triliun. Menurutnya, alokasi anggaran yang besar belum mampu menjawab persoalan kesejahteraan guru, terutama guru honorer dan PPPK paruh waktu.
Ia menyebut rata-rata penghasilan guru non-ASN di sejumlah daerah masih berada di bawah Rp 1 juta per bulan. Padahal, mereka tetap menjalankan tugas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik seperti guru lainnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, Ijah memperlihatkan amplop berisi gaji terakhirnya sebesar Rp 414 ribu. Ia mengaku memutuskan berhenti mengajar setelah empat dekade mengabdi sebagai guru.
Ijah menegaskan bahwa tindakannya membuka nominal gaji tersebut bukan untuk pamer, melainkan untuk menunjukkan kondisi nyata yang dialami guru honorer.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
