Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juli 2022 | 04.46 WIB

Komunitas Peselancar Bali Bentangkan Poster Tolak LNG di Mangrove

Komunitas Peselancar Bali membentangkan banner sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal LNG di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (9/7). Antara - Image

Komunitas Peselancar Bali membentangkan banner sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal LNG di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (9/7). Antara

JawaPos.com–Sejumlah komunitas peselancar membentangkan poster di laut sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Hal itu dilakukan di Kawasan Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (9/7).

Komunitas peselancar menyatakan sikap menolak rencana pemerintah memindahkan lokasi pembangunan LNG dari Benoa ke Tahura Ngurah Rai pada acara Baby Reef Board Rider seri 4 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali.

Direktur Acara Denpasar Series Ode Sukmadi Putra mengatakan, aksi pembentangan poster tersebut dilakukan di tengah laut tepat di tapak proyek yang akan dikeruk untuk alur pelayaran kapal Terminal LNG di Kawasan Pesisir Sanur, Denpasar, Bali.

”Aksi tersebut sebagai bentuk protes komunitas peselancar terhadap rencana pembangunan terminal LNG di kawasan mangrove dan perairan Sanur yang akan menimbulkan dampak buruk bagi perairan Pantai Sanur,” ujar Ode Sukmadi Putra seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Sabtu (9/7).

Dia menjelaskan, selama ini perairan Sanur digunakan untuk acara kreatif komunitas surfing atau peselancar. ”Apabila pembangunan terminal LNG di kawasan mangrove juga dibarengi dengan pengerukan untuk alur kapal tersebut, akan dipastikan lingkungan perairan kami akan rusak,” papar Ode Sukmadi Putra.

I Gusti Bagus Antara, koordinator Denpasar Series yang juga ikut dalam aksi itu menyatakan hal yang sama. Acara tersebut juga didedikasikan untuk melestarikan dan menyelamatkan terumbu karang yang merupakan ekosistem laut yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas lingkungan.

Dia menegaskan, pengerukan (dredging) yang akan dilakukan dalam pembangunan Terminal LNG di kawasan mangrove akan berdampak buruk terhadap keberadaan terumbu karang. ”Kami sangat menolak pengerukan tersebut karena akan merusak terumbu karang dan berpengaruh secara signifikan terhadap nasib kami yang selama ini beraktivitas di pesisir,” terang Gusti Bagus.

Dia menambahkan, sebagian besar masyarakat Intaran Sanur merupakan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di pesisir. ”Jadi lingkungan laut serta pesisir harus senantiasa kita jaga, salah satunya dari proyek yang merusak lingkungan seperti pembangunan Terminal LNG di kawasan mangrove,” ucap I Gusti Bagus Antara.

Aksi penolakan terhadap pemindahan lokasi pembangunan terminal LNG juga dilakukan warga masyarakat Intaran Sanur dan sejumlah organisasi seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali, Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (Frontier) Bali, dan Kekal Bali.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore