
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) kian memperkokoh diri dalam kesiapsiagaan bencana. Terutama setelah gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah (Sulteng). Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumbar juga pernah dihantam tragedi gempa pada 30 September 2009.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar memastikan bahwa sirene peringatan tsunami 90 persen dalam keadaan baik. Jadi jika tanda-tanda bencana gempa dan berpotensi tsunami, sirene yang tersebar di sejumlah kawasan pantai akan segera berbunyi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur menjelaskan, pihaknya mengelola 32 unit sirene. Ditambah 6 sirene yang sebelumnya dikelola Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Kami rutin cek. 90 Persen sirene bekerja baik. Kalau ada yang rusak, pasti segera kami perbaiki," kata Rumainur di Padang, Kamis (4/10).
Pengelolaan sirene tidak saja bertumpu pada BPBD Sumbar. Sirene di beberapa daerah juga dikelola pemerintah daerah (pemda). Sedikitnya terdapat 7 kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Di antaranya Padang, Mentawai, Pesisir dan daerah tepi laut lainnya.
Selain sirene, BPBD memastikan tiga unit shelter atau tempat berlindung dari tsunami di Kota Padang bisa digunakan dengan optimal. Meskipun shelter tersebut cenderung kurang terawat. Namun fungsinya tetap masih terjaga.
Rumainur mengakui soal kurang terawatnya shelter tsunami. Misalnya di Ulak Karang, sampai kini belum diserahterimakan pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Alhasil, sampai saat ini shelter masih tercatat milik pemerintah pusat.
"Untuk perawatan, anggaran tidak bisa masuk sebelum itu jadi aset kami. Kalau dipaksa merawat malah jadi temuan audit. Tapi kalau itu digunakan masyarakat tidak masalah," jelas Rumainur.
Selain tiga unit shelter yang memang peruntukannya khusus, Kota Padang memiliki puluhan bangunan yang berpotensi dijadikan shelter. Bangunan dan gedung pemerintahan yang dibangun usai gempa pada 2009 lalu desainnya tahan gempa.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
