Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Oktober 2018 | 19.32 WIB

Kasus Ratna Sarumpaet, Pengamat: Ada Politisasi dan Manipulasi

Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim. - Image

Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim.

JawaPos.com - Kasus penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet ramai diperbincangkan. Mulai dari kebenaran informasi tersebut, lokasi Ratna dianiaya, hingga kabar operasi plastik muncul di permukaan.


Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim ikut angkat bicara. Menurutnya, persoalan ini memperlihatkan dua sisi proses demokrasi di Indonesia yang bergantung pada kebenaran kejadian tersebut.


Jika benar Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan, menunjukkan gaya keras demokrasi yang diteruskan dengan mendudukan masing-masing pasangan calon (paslon) di posisi tertentu. Namun apabila kejadian ini hoax, maka warga disajikan praktik manipulasi demi kepentingan pasangan calon meraih simpati publik.


"Kami tidak tahu. Kalau benar, ini adalah permainan kasar. Kalau tidak benar, berarti ada manipulasi. Ada politisasi dan manipulasi. Apalagi keadaan pilpres hanya dua pasangan. Sehingga masyarakat juga cenderung sudah berkubu-kubu," kata Zamzani ketika dihubungi, Rabu (3/10).


Zamzani melanjutkan, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masing-masing pasangan calon dan masyarakat. Masyarakat harus benar-benar sadar bahwa informasi yang hadir harus diperiksa kebenarannya.


Demikian juga dengan pihak-pihak yang terlibat dalam tim dari masing-masing pasangan calon. Setiap aktivitas mereka bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.


Apa yang berlaku saat ini adalah risiko dari hadirnya media sosial sebagai ruang publik baru yang belum sepenuhnya bisa dikontrol. Dalam konteks demokrasi, perlu disadari bahwa publik harus semakin bijak menyaring informasi. Akan ada sebaran informasi yang mengganggu jalannya demokrasi.


"Publik diharapkan bisa lebih bijak sehingga bisa menentukan pilihan secara rasional. Tanggapan masyarakat akan berbeda dengan masyarakat modern yang lebih rasional," ucap Zamzani.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore