
Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim.
JawaPos.com - Kasus penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet ramai diperbincangkan. Mulai dari kebenaran informasi tersebut, lokasi Ratna dianiaya, hingga kabar operasi plastik muncul di permukaan.
Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzani A Karim ikut angkat bicara. Menurutnya, persoalan ini memperlihatkan dua sisi proses demokrasi di Indonesia yang bergantung pada kebenaran kejadian tersebut.
Jika benar Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan, menunjukkan gaya keras demokrasi yang diteruskan dengan mendudukan masing-masing pasangan calon (paslon) di posisi tertentu. Namun apabila kejadian ini hoax, maka warga disajikan praktik manipulasi demi kepentingan pasangan calon meraih simpati publik.
"Kami tidak tahu. Kalau benar, ini adalah permainan kasar. Kalau tidak benar, berarti ada manipulasi. Ada politisasi dan manipulasi. Apalagi keadaan pilpres hanya dua pasangan. Sehingga masyarakat juga cenderung sudah berkubu-kubu," kata Zamzani ketika dihubungi, Rabu (3/10).
Zamzani melanjutkan, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masing-masing pasangan calon dan masyarakat. Masyarakat harus benar-benar sadar bahwa informasi yang hadir harus diperiksa kebenarannya.
Demikian juga dengan pihak-pihak yang terlibat dalam tim dari masing-masing pasangan calon. Setiap aktivitas mereka bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Apa yang berlaku saat ini adalah risiko dari hadirnya media sosial sebagai ruang publik baru yang belum sepenuhnya bisa dikontrol. Dalam konteks demokrasi, perlu disadari bahwa publik harus semakin bijak menyaring informasi. Akan ada sebaran informasi yang mengganggu jalannya demokrasi.
"Publik diharapkan bisa lebih bijak sehingga bisa menentukan pilihan secara rasional. Tanggapan masyarakat akan berbeda dengan masyarakat modern yang lebih rasional," ucap Zamzani.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
