Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Oktober 2018 | 17.43 WIB

Warga Rusunawa Penjaringan Minta Dewan Perjuangkan Relokasi Sementara

Warga Penjarringan sampaikan aspirasi di depan anggota dewan - Image

Warga Penjarringan sampaikan aspirasi di depan anggota dewan

JawaPos.com - Warga Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Penjaringan RW 06, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menyampaikan aspirasi ke anggota DPR RI Dapil Jakarta Utara, Charles Honoris dan anggota DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah.


Warga meminta agar mereka direlokasi sementara ke hunian yang terjangkau selama proses revitalisasi Rusunawa Penjaringan. Rencananya, revitalisasi tahap II terhadap 10 blok Rusunawa dimulai 2019 mendatang.


Ketua RW 006 Hartoyo menyampaikan keinginan warga direlokasi ke rusun di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, selama hunian mereka direvitalisasi. Keinginan itu disampaikan dengan alasan kemanusiaan dan sulitnya mencari tempat tinggal sementara.


"Mempertimbangkan azas kemanusiaan antara lain mahalnya sewa kontrakan serta sulit untuk mencari tempat kontrakan," kata Hartoyo, Rabu (3/10).


Hartoyo menambahkan, kekhawatiran warga ini lantaran dalam revitalisasi tahap pertama pada 2017, warga merasa diterlantarkan karena dibiarkan mencari kontrakan sendiri.


“Harga kontrakan bisa berkali-kali lipat dari harga sewa rusun. Pemilik kontrakan pada aji mumpung,” ujar Hartoyo.


Sumarno, warga RW 006 lainnya, bercerita dirinya punya pengalaman buruk ketika mengontrak karena tempat tinggalnya direnovasi. Dia mengeluhkan banyak warga di sekitarnya yang mengalami penurunan kondisi ekonomi.


"Banyak yang profesinya berdagang akhirnya pulang kampung karena enggak ada penghasilan. Banyak yang pulang kampung ke Bodetabek," kata Sumarno.


Warga lain yang bernama Dedi Mulyono meminta Charles dan Ida mempertemukan warga RW 006 dengan instansi terkait mengenai kemungkinan mereka tinggal di Rusun Kemayoran.


Charles mengaku akan mengkomunikasikan harapan warga ke Sekretariat Negara (Setneg). Di wilayah Kemayoran diketahui terdapat dua aset milik Setneg yakni Rusun Kemayoran dan wisma atlet, yang bisa dimanfaatkan untuk hunian sementara warga selama proses revitalisasi.


Berdasarkan pengalaman saat revitalisasi tahap I, lanjut Charles, sewa hunian yang terjangkau, lokasi yang tidak jauh dari usaha penghidupan warga dan sekolah anak, akan menjadi bahan pertimbangannya mengakomodir harapan warga.


“Kami hadir di sini untuk mencoba mencarikan solusi kepada warga dan kami akan mencoba mendiskusikan kepada Setneg yang mempunyai aset di wisma atlet dan Rusun Kemayoran,” katanya.


Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan jumlah unit yang tersedia di wisma atlet dan rusun di Kemayoran sangat memungkikan bagi warga untuk direlokasi ke tempat tersebut. Nantinya, sambung dia, hanya perlu diatur masalah teknisnya saja seperti harga sewa yang tidak terlalu memberatkan warga dan waktu warga menempati wisma atlet.


“Saya rasa tinggal didiskusikan bersama dengan warga atau bisa kita komunikasikan dengan pemprov apakah dimungkinkan secara aturan memberikan subisidi agar harga sewa tidak terlalu mahal," ujarnya.


Sementara, Ida menambahkan belajar dari revitalisasi tahap I warga berharap pengalaman serupa tidak terulang. Menurutnya, wisma atlet lah yang paling memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal lantaran setelah perhelatan Asian Para Games 2018 bangunan tidak lagi berpenghuni.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore