Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Mei 2022 | 06.15 WIB

Sultan HB X Bakal Berdialog dengan Warga Sekitar TPA Regional Piyungan

Aksi damai penutupan akses jalan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kabupaten Bantul, DIJ. Hery Sidik/Antara - Image

Aksi damai penutupan akses jalan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kabupaten Bantul, DIJ. Hery Sidik/Antara

JawaPos.com–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bakal membuka ruang dialog dengan warga yang menutup akses jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan, Kabupaten Bantul.

”Nanti kami usahakan untuk bisa punya waktu (berdialog dengan warga),” ujar Sri Sultan seperti dilansir dari Antara di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta, Selasa (10/5).

Menurut Sultan, volume sampah di TPA Regional Piyungan sudah melebihi kapasitas. Sehingga, akan diperluas atau dilakukan pengembangan.

Lahan untuk perluasan TPA Regional Piyungan, kata Sultan, telah tersedia. ”Yang prinsip memang (TPA) yang lama ini akan kami tutup akan kami jadikan ruang hijau sehingga tempat-tempat yang baru yang di sebelahnya itu akan kami kembangkan,” ujar Sultan.

Meski demikian, untuk penutupan lokasi TPA Regional Piyungan yang lama tersebut masih menunggu hasil penelitian dari Bappenas dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).

Dia berharap masyarakat di sekitar TPA Regional Piyungan dapat bersabar dan memahami bahwa penelitian mengenai penutupan dan pengembangan lokasi baru untuk pembuangan sampah terpadu tersebut membutuhkan waktu.

”Jadi bagaimana nanti mereka (Bappebas dan PT PII) bisa memahami untuk waktu, juga bagaimana mengatasi dengan penuhnya ini supaya punya ruang untuk didialogkan dengan warga,” tutur Sultan.

Selain pengembangan TPA Regional Piyungan dengan skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU), Pemda DIJ merencanakan pembangunan TPA Transisi Regional Piyungan sebagai tempat pengolahan sampah baru. Pertimbangannya adalah TPA yang ada sudah tidak bisa menerima sampah pada akhir 2022 dan pengembangan dengan skema KPBU baru beroperasi pada 2026.

Adapun TPA Transisi Regional Piyungan dengan luas 2,1 hektare, kata Wakil Kepala Dinas PU ESDM DIJ Kusno Wibowo direncanakan mulai bisa dioperasikan akhir Agustus.

”Dalam penyiapan pelaksanaan pembangunan TPA Transisi, dibutuhkan tenaga kerja dan peralatan yang cukup banyak. Berdasar arahan dari Bapak Gubernur DIJ bahwa pelaksanaan TPA Transisi diminta untuk memaksimalkan potensi dan partisipasi dari warga setempat TPA Piyungan,” kata Kusno.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, aspirasi dari masyarakat di sekitar TPA Regional Piyungan telah dibahas. Dinas PU dan ESDM serta Dinas DLHK DIJ, telah mengupayakan agar daya tampung TPA Piyungan bisa diperpanjang usianya, sembari menunggu KPBU terealisasi.

Sebab, wilayah Jogjakarta, Sleman, dan Bantul tidak memiliki alternatif selain memusatkan pembuangan sampah di TPA Regional Piyungan. Aji menegaskan, pentingnya kontribusi pemerintah kabupaten/kota untuk menekan volume sampah mulai dari kawasan hulu.

”Persoalan pengolahan sampah tidak hanya pada kawasan hilir, melainkan juga hulu. Yang harus dilakukan selain dibuang di tempat sampah, sampah dipilah dulu mana yang organik mana yang anorganik. Perlu edukasi ke masyarakat tentang sampah, selain berdampak pada pemandangan yang tidak nyaman, juga berdampak pada kesehatan,” kata Aji.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore