Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Januari 2024 | 20.32 WIB

Cuaca Buruk Akibat Siklon Tropis Anggrek Sebabkan Pohon Tumbang di Sleman, Potensi Lahar Dingin dari Gunung Merapi

Petugas BPBD Sleman saat melakukan asesmen pohon tumbang pada wilayah terdampak terdampak hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (19/1).

JawaPos.com – Dampak Siklon Tropis Anggrek telah menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang. 

Diketahui, cuaca buruk akibat Siklon Tropis Anggrek, beru saja terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mencatat belasan pohon tumbang selama Kamis (18/1) hingga Jumat (19/1).

Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan, pohon tumbang terjadi di enam kapanewon, yaitu Cangkringan, Minggir, Moyudan, Ngemplak, Pakem, dan Pandowoharjo.

Ia mengatakan peristiwa pohon tumbang paling banyak terjadi di Kapanewon Cangkringan dengan enam titik. Pohon tersebut di Banjarsari, Glagaharjo menimpa jaringan listrik, di Singlar, Glagaharjo sebuah pohon menghalangi jalan, Srunen, Glagaharjo, sebuah pohon jati berdiameter 20 cm tumbang melintang di jalan, serumpun bambu di Gading, Glagaharjo, juga roboh menimpa jaringan listrik, serta di Padukuhan Ngrangkah, Umbulharjo dua pohon sengon tumbang melintang di jalan.

“Serta di Padukuhan Pentingsari, Umbulharjo juga ada sebuah pohon tumbang menimpa rumah,” ujarnya, Jumat (19/1).

Kondisi pohon menimpa jaringan listrik, menghalangi jalan dan menimpa rumah juga terjadi di kapanewon lainnya.

“Sampai saat ini masih kami lakukan assessment dampak, namun untuk korban jiwa nihil,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan yang terus menerus terjadi. Kondisi ini dapat memicu permukaan tanah menjadi gembur yang membuat daya cengkram akar pohon melemah dan dapat tumbang saat terkena angin.

“Mohon kewaspadaan, terutama terhadap pohon perindang jalan dan pohon yang berdekatan dengan pemukiman,” ujar Makwan.

Intensitas hujan yang panjang di kawasan DIY dan sekitarnya juga menimbulkan adanya potensi banjir lahar dingin di jalur aliran lahar Gunung Merapi.

Mengutip Radar Solo (Jawa Pos Group), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis hujan di puncak Gunung Merapi terjadi sejak pukul 12.57 WIB Kamis (18/1) dengan intensitas 4,3 mm.

Hujan di puncak Gunung Merapi berpotensi terjadi banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore