Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Januari 2024 | 19.58 WIB

Siap-Siap! Sebanyak 1.025 RT di Kota Madiun Bakal Kebagian Rp 10 Juta dari Pemkot

Pemkot Madiun menambah anggaran program lingkungan bersih untuk masing-masing RT pada tahun ini. - Image

Pemkot Madiun menambah anggaran program lingkungan bersih untuk masing-masing RT pada tahun ini.

JawaPos.com – Untuk melancarkan program lingkungan bersih (prolisih) yang menjadi program tahunan Kota Madiun, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak segan-segan menggelontorkan anggaran fantastis.

Dilansir Radar Madiun (JawaPos Grup), pada Jumat (19/1), Pemkot Madiun menaikkan alokasi anggaran untuk Prolisih tersebut pada tahun 2024 ini. 

Apabila tahun sebelumnya hanya Rp 5 juta, maka tahun ini anggarannya menjadi Rp 10 juta untuk masing-masing RT.

Total ada 1.025 RT yang akan mendapatkan bantuan prolisih ini. RT itu tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya, 392 RT di Kecamatan Taman, 324 RT di Manguharjo dan 309 RT di Kartoharjo. Sehingga, jika di total, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 10,2 miliar.

Terkait kenaikan bantuan anggaran untuk Prolisih tersebut, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, hal itu sudah mempertimbangkan penambahan pembangunan saluran air, pavingisasi dan pengelolaan sampah di setiap RT nya.

Nantinya, anggaran tersebut akan dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat (pokmas) melalui RT untuk pemeliharaan. ‘’Kami bangun tanggung jawab dan partisipasi warga setempat. Salah satunya memberikan bantuan anggaran bersih-bersih,’’ imbuhnya.

Menurutnya, dengan melibatkan langsung masyarakat dalam Prolisih ini, maka lingkungan di setiap RT pasti akan menjadi lebih bersih lagi.

"Saya yakin kalau yang membersihkan lingkungan itu warga setempat sendiri pasti jauh lebih bersih. Karena manfaatnya juga untuk mereka lagi,’’ terang Maidi.

Prolisih ini menjadi salah satu program prioritas karena Maidi menilai, program ini sangat ber-kesinambungannya dengan pembangunan PSU (prasarana, sarana dan utilitas) di Kota Madiun.

Terkait pelaksanaan Prolisih sebelumnya, Mantan Sekda Kota Madiun itu mengungkapkan, pelaksanaannya berlangsung baik dan dirasa mampu meningkatkan gotong royong masyarakat. Sebab, mereka terlibat secara langsung dalam program ini.

Dalam implementasinya, warga secara swadaya akan melakukan pembersihan lingkungan mereka, mulai dari normalisasi saluran air dan pengelolaan sampah.

"Tahun ini, pelaksanaannya akan dievaluasi setiap tiga bulan. Ada standar kebersihannya dan akan saya cek sendiri,’’ tegas Maidi.

Maidi berharap, dengan terus digencarkannya Prolisih ini lingkungan di setiap RT nya akan terjaga kebersihannya.

Sehingga, tidak perlu bergantung pada Pemkot. "Dengan program ini, semua lingkungan terjaga kebersihannya. Tidak menggantungkan tindakan dari pemkot,’’ tutup Maidi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore