Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 April 2022 | 02.12 WIB

DPRD Kalsel Imbau Pengusaha Transportasi Tak Naikkan Tarif

Calon penumpang menunggu kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta, Senin (11/4/2022). Sejumlah masyarakat memilih mudik ke kampung halaman lebih awal untuk menghindari kemacetan dan harga tiket yang tinggi.  Foto: - Image

Calon penumpang menunggu kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta, Senin (11/4/2022). Sejumlah masyarakat memilih mudik ke kampung halaman lebih awal untuk menghindari kemacetan dan harga tiket yang tinggi. Foto:

JawaPos.com–Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membidangi perhubungan Isra Ismail mengharapkan pengusaha, pemilik, ataupun sopir taksi, tidak menaikkan tarif angkutan penumpang menjelang dan sesudah Lebaran.

”Kita harapkan, pemilik, sopir taksi, tidak menaikkan tarif,  tapi menyesuaikan dengan tarif yang telah ditetapkan pemerintah daerah,”  kata Isra Ismail seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Kamis (21/4).

Dengan tidak menaikkan tarif angkutan penumpang, lanjut dia, berarti baik secara langsung maupun tidak langsung turut menggerakkan roda perekonomian daerah.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar itu memperkirakan akan banyak warga masyarakat yang mudik. Itu seiring semakin melandainya pandemi Covid-19, kendati kondisi perekonomian belum pulih sepenuhnya.

”Mereka yang mudik tersebut kemungkinan banyak pula menggunakan jasa angkutan penumpang umum guna berlebaran bersama sanak keluarga di kampung halaman pada Idul Fitri 1443 Hijriah ini,” ujar Isra Ismail.

”Pasalnya dua kali Idul Fitri warga tidak bisa mudik karena aturan terkait pandemi Covid-19, seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” sambung dia.

Mengenai pengawasan tarif angkutan penumpang umum, menurut alumnus Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut, hal itu perlu diawasi oleh pihak terkait atau yang berwajib.

”Tetapi yang terpenting kesadaran para pemilik/sopir taksi tersebut. Sebab kalau dengan pengawasan bisa saja terjadi main kucing-kucingan, karena keterbatasan,” ujar Isra Ismail, yang juga mantan kepala Inspektorat Kalsel itu.

”Hal lain yang tidak kalah penting, agar para sopir mematuhi ketentuan/rambu-rambu lalu lintas dan lebih mengutamakan keselamatan penumpang,” tambah Isra.

Dari pantauan, tarif angkutan penumpang umum di Kalsel sudah naik, seiring ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium beberapa waktu lalu. Contohnya, ongkos naik mini bus jenis Colt L300 sebelumnya dari Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ke Banjarmasin yang berjarak 165 kilometer atau sebaliknya per orang Rp 60.000 menjadi Rp 70.000. Begitu pula dari Kandangan, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ke Banjarmasin yang berjarak 135 kilometer semula Rp 50.000 menjadi Rp 60.000/orang.

Sedangkan jasa travel Banjarmasin–Barabai atau sebaliknya dan Banjarmasi–Kandangan atau sebaliknya masih tetap per orang dewasa Rp 100.000.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore