
Hanya mengganti beton saja, Jembatan Deng-Deng Mojokerto sering memakan korban (Radar Mojokerto)
JawaPos.com - Beberapa infrastruktur di Mojokerto nampaknya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah desa.
Sebab di daerah yang belum terjamah, seringkali pemerintah mengabaikannya. Salah satunya kondisi dari Jembatan Deng-Deng di Mojokerto.
Bagaimana tidak jembatan Deng-Deng ini seharusnya sudah dalam perbaikan secara menyeluruh, sebab jika hanya ditambah beton saja, para pengguna jalan akan mengalami kesulitan untuk melewatinya.
Dilansir dari Radar Mojokerto (Grup Jawa Pos) Jembatan Deng-Deng yang terletak di Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini kerap kali memakan korban hingga pengguna jalan jatuh ke sungai.
”Sejumlah pengendara pernah terjatuh dari ketinggian jembatan ini. Kemudian, warga bergotong royong menolong korban karena kasihan,” ungkap Heri Yatno, warga Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis dilansir dari Radar Mojokerto.
Seringnya terjadi kecelakaan itu disinyalir kedua sisi tidak dilengkapi pengaman, dan infrastruktur jembatan hanya menggunakan beton berukuran 1 meteran.
Terlihat struktur jembatan pun hanya ditopang penyangga besi baja, serta papan beton yang kurang kokoh.
”Tak jarang para pengendara, seperti, anak sekolah, warga desa, hingga orang luar kota menjadi korban dari jembatan ini,” terang Heri.
Dia mengungkapkan, selama ini yang dilakukan pemerintah desa hanya perbaikan jembatan dan sekadar mengganti beton.
Padahal setiap tahun papan beton tersebut kembali mengalami kerusakan. Sehingga dibutuhkan perawatan secara berkala.
”Jembatan ini dinilai ekstrem oleh warga. Jika tidak fokus ketika melintas, besar kemungkinan akan jatuh dan tercebur sungai,” papar Heri.
Menurut keterangan Heri kepada Radar Mojokerto bahwa sejauh ini warga menunggu bantuan untuk pembangunan jembatan yang lebih layak dan aman dari pemerintah daerah.
Sebab Jembatan Deng-Deng di Mojokerto itu dinilai sangat efektif untuk menuju ke tempat tujuan.
”Sebenarnya, ada akses lain dari pada jembatan ini. tetapi, kami harus menempuh jaraknya lebih jauh lagi,” kata Heri.
Meski demikian, karena jembatan tersebut dianggap sebagai akses penyeberangan utama, penghubung Dusun Wonoayu, Desa Jetis – Dusun Sidogede, Desa Perning, warga terpaksa tetap memanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
