Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Maret 2022 | 02.17 WIB

PWNU Jabar Minta Warga Tak Terprovokasi Percobaan Pembunuhan Kiai

Barang bukti kasus pembacokan kiai di Kabupaten Indramayu. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara - Image

Barang bukti kasus pembacokan kiai di Kabupaten Indramayu. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

JawaPos.com–Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) Juhadi Muhammad meminta kepada warga nahdiyin tidak terprovokasi atas ulah pelaku percobaan pembunuhan terhadap Kiai Farid Ashr Wadaher. Kiai Farid merupakan Ketua Jatman Kabupaten Indramayu.

”Kepada keluarga besar nahdiyin di Jawa Barat, khususnya di Indramayu untuk tetap tenang,” kata Ketua PWNU Jabar Juhadi seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Jumat (11/3).

Juhadi mengatakan, warga NU harus menahan diri, jangan sampai terpengaruh provokasi yang dilakukan pelaku percobaan pembunuhan terhadap Ketua Jam’iyyah Ahlith Tarekat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Indramayu, bersama keluarga dan santrinya. Pihaknya berharap agar penegak hukum bisa memberi rasa keadilan, bagi korban dan juga keluarga besar nahdiyin.

”Harapan kami, proses penegakan hukum yang berkeadilan dan berkeadaban sesuai dengan hukum dan hak asasi,” tutur Juhadi Muhammad.

Juhadi juga mengapresiasi tindakan yang dilakukan kepolisian, karena dengan cepat memproses kasus percobaan pembunuhan tersebut. Namun dia berharap petugas bisa mengusut tuntas kasus tersebut agar masyarakat, khususnya nahdiyin bisa tenang dalam menjalankan aktivitasnya.

”Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan foto dan video korban dan pelaku di medsos karena mengandung unsur sadis dan tolong hentikan penyebaran karena tidak etis,” ucap Juhadi Muhammad.

Sementara itu, Polda Jabar minta masyarakat tidak terprovokasi dan melakukan aksi anarkis. Kabidhumas Polda Jabar Ibrahim Tompo mengatakan, pelaku pembacokan berinisial SR, 33, sudah diamankan kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku telah ditahan pihak kepolisian.

”Jangan terprovokasi dengan adanya kejadian ini, kasus pembacokan kiai sudah diselesaikan dengan pihak kepolisian dan kita akan menindak tegas pelaku,” papar Ibrahim.

Dia menjelaskan, saat ini Kiai Farid selaku ketua Jam’iyyah Ahlith Tarekat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya saat ini sudah membaik.

”Pak Kapolres dan Dandim sempat melihat di rumah sakit, jadi masih sempat ngobrol dengan Pak kiai. Kita doakan semoga Pak kiai cepat sembuh dan cepat beraktivitas kembali,” ujar Ibrahim.

Pelaku berinisial SR melakukan penganiayaan dengan membacok KH Farid Ashr Waddahr beserta istri dan santri di lingkungan pondok pesantren di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (8/3) malam. Berdasar pemeriksaan, pelaku diduga memiliki motif pemahaman agama yang berbeda dengan korban. Pelaku dijerat pasal 338 dan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore