
Rekaman CCTV ketika pelaku melempar genteng ke rumah tetangganya yang masih kerabat.
JawaPos.com – Aksi teror terhadap rumah seorang warga di Sidoarjo kembali terjadi. Kejadian tak menyenangkan itu terjadi di RT 07/RW 02 Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kali ini aksi teror tersebut dialami oleh Najunda Duhita yang menjadi korban teror pelemparan pecahan genteng ke rumahnya.
Kabarnya, pelaku pelemparan tersebut diduga dilakukan oleh kerabatnya sendiri. Sebuah akun TikTok @nananajun_ mengunggah beberapa video yang memperlihatkan pelaku melakukan aksi pelemparan pecahan genteng tersebut.
Video yang diunggah di akun TikTok dengan 21,3 ribu pengikut itu mendapatkan beragam komentar dari netizen.
“Buat laporan ke RT RW kalo tidak ada perubahan lngsung buat lapora ke polisi terdekat,” tulis salah satu pengguna @prabuirawan.
“Lapor polisi bawa rekaman CCTV,” komentar yang lain @davidmaulana278.
“Seperguruan masriah,” komentar lain dari akun @rusniregina190 yang juga teringat oleh kasus Masriah.
Pihaknya juga sudah melaporkan ke Pihak Desa, kemudian diteruskan ke Polresta Sidoarjo. Aksi teror tersebut diduga disebabkan karena pembangunan tembok yang menutupi.
Saat dikonfirmasi pada Minggu (14/1) dikutip dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group), warga sekitar, AB membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menyebutkan bahwa pecahan genteng sering dilemparkan ke rumah korban.
“Memang tidak dibersihkan oleh yang bersangkutan, dikarenakan untuk barang bukti,” katanya.
Menurutnya, korban tinggal seorang diri, karena ibu korban sudah meninggal dan ayahnya sudah tidak tinggal lagi dengannya di tempat tersebut. “Tapi masalahnya saya tidak tahu, tahunya hanya dilempari saja sama pecahan genteng, sehingga korban memasang CCTV di depan rumahnya,” ungkapnya.
Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, pecahan genteng masih tersisa di halaman rumahnya, dan terdapat CCTV yang mengarah ke tempat pelemparan yang dilakukan oleh pelaku.
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, hanya pengaduan dan belum ada laporan resmi yang masuk.
“Akan ditindaklanjuti,” sebut Iptu Tri Novi Handono.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
