
viral pengemis di Bogor
JawaPos.com - Jagat maya sedang dihebohkan dengan sosok pengemis paruh baya di Kawasan Gunung Salak, yang meminta sedekah dari pengunjung dengan kalimat ‘Aa Kasihan Aa’, sambil menggerakkan badannya.
Lantaran nadanya yang khas dan dinilai tak biasa, sosok pengemis itu pun lantas menjadi viral. Parahnya, caranya mengemis itu bahkan diparodikan dengan berbagai konsep konten serupa oleh sejumlah pengguna sosial media.
Sosok perempuan ini pun sontak memancing rasa penasaran warganet, siapa sebenarnya pengemis viral ‘Aa Kasihan Aa’ ini?
Dilansir dari Radar Kudus dari Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), Sabtu (13/1), pengemis tersebut diketahui bernama Baliah, yang merupakan warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Baliah memang termasuk keluarga tidak mampu, sehingga mengemis menjadi jalan pintas satu-satunya untuk tetap menghidupi keluarganya.
Suaminya bernama Ropik, memiliki keterbatasan pendengaran dan bekerja serabutan. Sementara Baliah sendiri, konon juga kesulitan dalam berkomunikasi.
Baliah dan Ropik memiliki anak semata wayang yang saat ini masih bersekolah dan duduk di bangku kelas 5 SD.
Sehari-harinya, Baliah memang mangkal di Kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak pagi hingga sore hari.
Selain itu, ia juga terbiasa mengelilingi pemukiman. Lalu saat akhir pekan, Baliah mengemis di lokasi wisata Curug Cigamea.
Dalam sehari, Baliah bisa menghasilkan sebanyak Rp 100 ribu. Itu pun masih harus dipotong untuk ojek menuju pulang sekitar 30 menit, lalu kebutuhan paket data untuk sang anak, uang jajan, dan sisanya ia belikan untuk beras.
Baliah sendiri sebenarnya sadar bahwa saat ini dirinya tengah jadi perhatian warganet. Namun, ia tak cukup paham soal konteks viral di sosial media.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
