
Surat suara yang rusak.
JawaPos.com–Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri, Jawa Timur, menemukan sebanyak 72 lembar surat suara DPD RI yang kondisinya rusak. Hal itu diketahui saat penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024.
Anggota KPU Kota Kediri Moch Wahyudi mengatakan, proses sortir dan pelipatan surat suara berlangsung sejak Kamis (4/1) hingga Jumat (5/1). KPU menemukan 72 lembar surat suara DPD yang rusak.
”Kerusakannya macam-macam. Ada yang gambar tidak jelas. Seluruh surat suara yang rusak kami kumpulkan. Saat ini masih proses sortir dan pelipatan untuk DPD,” kata Moch Wahyudi seperti dilansir dari Antara di Kediri, Sabtu (6/1).
Dia mengatakan, temuan surat suara rusak itu juga sekaligus menunjukkan bahwa proses sortir dan pelipatan surat suara dilakukan dengan baik dan cermat. ”Selanjutnya seluruh surat suara yang rusak dikumpulkan menjadi satu dan direkap. Nanti juga dilaporkan ke KPU RI,” ujar Moch Wahyudi.
Dia menjelaskan, jumlah surat suara dari DPD yang baik sebanyak 77.677 lembar. Setelah proses sortir dan pelipatan surat suara untuk DPD selesai, dilanjutkan sortir dan pelipatan surat suara lain.
Secara waktu, menurut dia, KPU Kota Kediri memprediksi penyortiran dan pelipatan surat suara secara keseluruhan untuk DPD, pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi Jatim, dan DPRD Kota Kediri, selesai pada 24 Januari.
”Kami prediksi masing-masing surat suara itu butuh lima hari. Untuk DPD kemarin sudah sortir di kisaran 170 ribu dari sekitar 238 ribu surat suara. Jadi, selesai proses sortir dan pelipatan nanti ke surat suara lain,” terang Moch Wahyudi.
Dia menambahkan, penyortiran dan pelipatan surat suara itu melibatkan100 orang pekerja. Mereka datang mulai pagi hingga sore hari. Setiap pekerja yang terlibat pelipatan surat suara diperiksa petugas, kemudian baru diizinkan masuk.
Proses sortir dan pelipatan surat suara itu dilakukan di gudang KPU Kota Kediri. Dalam proses itu, juga dilakukan penjagaan yang cukup ketat termasuk pengamanan dari KPU Kota Kediri dan polisi terkait.
”Hal ini untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan tertib dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk honor, setiap pekerja yang membantu pelipatan surat suara dan sortir mendapatkan upah per lembar. Nantinya tergantung seberapa banyak mereka bisa melipat surat suara,” papar Moch Wahyudi.
Surat suara yang dikirim ke KPU, lanjut dia, selain sesuai dengan jumlah pemilih ditambah 2 persen, juga datang lagi masing-masing 1.000 lembar. Hal itu mengantisipasi jika terjadi pemungutan suara ulang (PSU).
Di Kota Kediri, terdapat 233.962 orang pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). Aspirasi politik mereka akan disalurkan melalui 856 tempat pemungutan suara (TPS) reguler dan TPS khusus. Untuk TPS reguler ada 800, sedangkan sisanya 56 adalah TPS khusus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
